Korps Pengajar Muda

Mereka adalah sarjana-sarjana terbaik dari berbagai penjuru tanah air. Mereka terpanggil untuk menjadi Pengajar Muda: ikut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui langkah nyata di bidang pendidikan. Menjadi Pengajar Muda bukanlah pengorbanan. Ini adalah kesempatan sekaligus kehormatan besar untuk mengenal bangsa Indonesia secara langsung dan utuh. Selama setahun di daerah penempatan, mereka mengajar, berinteraksi dan membagi inspirasi.

Edison Parulian Manik

Edison Parulian Manik, anak kedua dari empat bersaudara lahir di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Edison menyelesaikan studinya di Program Studi Kimia, Universitas Negeri Medan (Unimed) pada Oktober 2015. Pria kelahiran 1993 ini memiliki cita-cita menjadi seorang dosen dan peneliti dibidang kimia lingkungan.

Selama kuliah Edison aktif di organisasi seperti menjadi Staf Pendidikan dan Ristek Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Kimia dan Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar Kristen Kimia (IKBKK) di Universitas Negeri Medan. Pria berdarah batak ini pernah mendapat hibah dana Program Kreativitas Mahasiswa tahun 2015, pemenang OSN Pertamina Sumatera Utara dan mengikuti beberapa konferensi pemuda salah satunya menjadi delegasi di Asia Pacific Urban Youth Assembly (APUFY) 2015. Berbagi melalui dunia pendidikan adalah satu kerinduan baginya, ditahun akhir studinya menjadi salah saturelawanpegiat Kelas Dewantara Tembung, di Kota Medan.

Ucapan terimakasihnya telah berkuliah dengan beasiswa Bidik Misi ia wujudkan dengan mengabdi sebagai Penagajar Muda. Menjadi Pengajar Muda adalah salah satu perwujudan kesukaannya dalam mengajar. Selama setahun Edison akan mengajardi SDN Wiwirano Atas, Kabupaten Konawe, Suawesi Tenggara.