Korps Pengajar Muda

Mereka adalah sarjana-sarjana terbaik dari berbagai penjuru tanah air. Mereka terpanggil untuk menjadi Pengajar Muda: ikut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui langkah nyata di bidang pendidikan. Menjadi Pengajar Muda bukanlah pengorbanan. Ini adalah kesempatan sekaligus kehormatan besar untuk mengenal bangsa Indonesia secara langsung dan utuh. Selama setahun di daerah penempatan, mereka mengajar, berinteraksi dan membagi inspirasi.

Audymiola Steffanov Fauzan

Darah Indonesia yang hanya 25% mengalir di tubuh Audymiola Steffanov Fauzan ini, tidak membuat cintanya terhadap Negara ini berkurang. Hanya dengan 3.5 tahun saja dia menyelesaikan pendidikan sarjananya di jurusan Teknik Telekomunikasi, Institut Teknologi Telkom ( sekarang menjadi Universitas Telkom) untuk membantu membangun bangsa ini menuju bangsa yang peduli akan pendidikan

Jiwa sosial yang muncul di diri Audy setelah diberikan pencerahan oleh salah satu alumni Pengajar Muda, diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan sosial. Satu hal yang saat ini ia fokuskan adalah pada pengelolaan anak-anak jalanan yang tergabung dalam suatu komunitas bernama rumah belajar Sahaja yang bertempat di Kota Bandung

Sebelumnya Audy telah bekerja di perusahaan multinasional Huawei Tech Inv. Sebagai seorang Engineer dimana Audy mendapatkan predikat Best Employee of The Year (2014) dan kemudian beralih menjadi seorang marcomm di perusahaan multinasional berikutnya yaitu Indosat Ooredoo yang sempat terpilih menjadi Karyawan Pilihan di area Jawa Barat (2015).

Meninggalkan perusahaan multinasional tersebut untuk menjadi Pengajar Muda mungkin bagi sebagian orang adalah hal yang sulit, tapi tidak bagi Audy. Pengalaman menjadi seorang Pengajar Muda tidak akan pernah tergantikan dengan apapun. Pengabdian dan niat yang tulus untuk membantu sesama manusia di tanah airnya membuat peralihan ini menjadi hal yang sangat mudah.

SDN Kepayang , Kabupaten Musi Banyuasin , Provinsi Sumatera Selatan adalah tempat dimana Audy bertugas selama satu tahun untuk memenuhi hasratnya dalam keadilan  pendidikan