Korps Pengajar Muda

Mereka adalah sarjana-sarjana terbaik dari berbagai penjuru tanah air. Mereka terpanggil untuk menjadi Pengajar Muda: ikut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui langkah nyata di bidang pendidikan. Menjadi Pengajar Muda bukanlah pengorbanan. Ini adalah kesempatan sekaligus kehormatan besar untuk mengenal bangsa Indonesia secara langsung dan utuh. Selama setahun di daerah penempatan, mereka mengajar, berinteraksi dan membagi inspirasi.

Agung Rangkuti

Adalah Agung Rangkuti, pemuda yang lahir di Baturaja,Sumatera Selatan 5 Agustus 1993 ini merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan M. Sainen Amin dan Siti Zaroh. Merantau ke Yogyakarta, Agung melanjutan kuliah di jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan becita-cita bisa berkarir dibidang broadcasting.

Semasa kuliah, Agung pernah menjabat sebagai DirekturIkom Radio UMY tahun 2012, aktif di Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi dan komunitas menulis. Selain itu, padasemester lima iajugapernah menjadi asisten dosen. Ketertarikan pada bidang sosial budaya dibuktikannya dengan menjadi bagian dari Dimas Diajeng Bantul 2014 dan terlibat dikepengurusan Ikatan Duta Wisata Bantul, Yogyakarta. Bersama teman-temannya Agung pun merintis usaha dibidang event organizer berlabel Gajah Productions.

Tulisan pria berwajah oriental ini pernah beberapa kali dimuat dalam majalah Bobo saat ia duduk dibangku Sekolah Dasar. Pada 2013 ia menerbitkan antologi yang berjudul “The Puzzle of You Me” bersama komunitas menulis dikampusnya.

Menunda cita-citanya untuk berkarir di TV nasional demi bergabung dengan Gerakan Indonesia Mengajar, ia termotivasi oleh Ibunya yang seorang guru SD. Banyak yang terpanggil sedikit yang terpilih, baginya terpilih menjadi Pengajar Muda adalah suatu previlege untuk lebih mengenal dan mencintai Indonesia. Ia meyakinimenjadi PM tidak hanya untuk menyebar inspirasi, lebih dari itu ia akan banyak terinspirasi.Satu tahun ke depan ia akan berbagi bersama masyarakat di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua.