Feb
27

Terima kasih untuk Lee Cooper yang telah memberi saya kesempatan ikut serta dalam kegiatan Lee Cooper Berbagi Inspirasi. Satu hari yang luar biasa, saya dapat berkumpul dengan orang-orang muda yang penuh dengan energi positif dan kepedulian untuk berbagi dan menginspirasi” Adi, Perencana Keuangan.

Suasana sekolah di Senin pagi bagi sepuluh orang yang akan mengajar di kelas menjadi begitu berbeda. Ada yang merasakan suasana tegang hingga suasana menyenangkan. Walaupun demikian, mereka terus menunjukkan semangat yang besar untuk mengajar di kelas.

Awalan di atas adalah sedikit penggalan cerita dari Lee Cooper Berbagi Inspirasi, sebuah aktivitas yang dilakukan oleh Lee Cooper, perusahaan yang bergerak di bidang ritel fesyen jeans. Lee Cooper, sebagai salah satu mitra yang mendanai Gerakan Indonesia Mengajar turut melibatkan karyawan-karyawannya untuk merasakan pengalaman mengajar di sebuah SD di pelosok Bogor, Jawa Barat pada Rabu, 24 Agustus 2016. Pada kegiatan tersebut, terdapat 16 karyawan lintas divisi Lee Cooper yang ikut serta berbagi inspirasi di SDN 02 Sukamahi, Bogor, Jawa Barat. Baca cerita selengkapnya di sini: Lee Cooper Berbagai Inspirasi.

Kali ini, di awal tahun 2017, Lee Cooper kembali mengadakan Lee Cooper Berbagi Inspirasi dengan mengajak pelanggannya untuk ikut terjun mengajar anak-anak SD. Terdapat 53 orang yang mendaftar LC Berbagi Inspirasi dan akhirnya terpilihlah 10 relawan inspirator. Para relawan ini sebelumnya melalui seleksi yang dilakukan secara daring melalui website leecooper.co.id/berbagi.

Sebuah SD di daerah Tangerang menjadi lokasi untuk mengajar, SD tersebut adalah SD N 02 Lengkong Wetan, Tangerang. Terdapat jumlah siswa sejumlah 301 siswa yang terbagi dalam 9 rombongan kelas, yaitu kelas 1, 2, 3 4a, 4b, 5a, 5b, 6a dan 6b.  Panitia Lee Cooper Berbagi Inspirasi dan juga para relawan mengikuti upacara bendera pada pukul 07.30 WIB, dilanjutkan dengan mengajar di tiap-tiap kelas. Di akhir kegiatan, setiap anak dianjurkan untuk menuliskan berbagai cita-cita masing-masing dan menempelkannya di pot tanaman. Rangkaian kegiatan ini pun ditutup dengan refleksi bersama antara relawan dan juga tim Lee Cooper. Berikut ini adalah sebuah cerita refleksi dari seorang relawan Lee Cooper Berbagi Inspirasi.

------------------------------------------------------------------------------------------

Bukan hal yang baru bagi saya berdiri di depan kelas dan mengajar, karena salah satu tugas saya sebagai team leader di perusahaan saya adalah mengajar; product knowledge, skill dan mentoring. Hal yang menjadi tantangan adalah khalayaknya, yaitu anak-anak SD dengan keriuhan dan kepolosan mereka. Tentunya, hal ini sangat berbeda dengan hal yang biasa saya hadapi, sehingga ini menjadi pengalaman yang sangat menarik.

Saya membawakan materi mengenai siklus keuangan di dua kelas, yaitu kelas II dan kelas VI. Tujuan dari materi ini adalah supaya anak mengetahui bahwa uang yang diperoleh bukan hanya untuk dibelanjakan saja, tapi ada pilihan lain yang dapat dilakukan yaitu ditabung untuk tujuan tertentu dan disumbangkan kepada yang membutuhkan.

Saya mengawali kegiatan dengan salam dan perkenalan, diselingi dengan permainan tepuk dan bernyanyi serta menentukan peraturan bersama selama sesi berlangsung. Di kelas VI, saya menambahkan permainan berhitung siklus keuangan diri saat bekerja dan memperoleh uang. Saya mengajar murid-murid kelas II dengan suasana belajar yang lebih ceria, yaitu bermain kata dan variasi tepukan. Tentunya, saya menghadapi tantangan berbeda untuk kelas II dan kelas VI. Pembawaan saya saat mengajar kelas VI lebih tegas dibandingkan saat mengajar murid kelas II.

Dari kegiatan ini, saya belajar untuk lebih menghargai guru yang mendedikasikan diri untuk berbagi pengetahuan yang dimiliki bagi kemajuan orang lain. Saya juga belajar bersabar dalam menghadapi beragam situasi yang tidak terduga, menghargai perbedaan dan lebih peduli dengan sekitar. Satu hari yang luar biasa penuh semangat dan inspiratif.

Penulis:

Adi - Inspirator Lee Cooper Berbagi Inspirasi 2017 (Profesi: Perencana Keuangan)


1 Komentar
  • Tri Hastika Mora
    Setiap individu adalah pendidik bagi dirinya sendiri dan individu lainnya, mengukir tulisan indah tak harus selalu di atas kertas dan menggunakan tinta, bahkan walau hanya menulis diatas tanah, batu, daun dan kayu serta berpenakan arang , kita tetap dapat menulis dan mengukir bait-bait ilmu yang indah, seindah hamparan dunia, sesejuk embun pagi, secerah sang mentari, secantik rembulan, sesuci bintang-bintang dan sesegar hembusan angin hingga tenang bah air danau.
    Keep spirit pengajar muda indonesia dari sabang sampai meroke dan dari nias sampai kepulau rote.
Tinggalkan komentarmu

Belum punya akun? Daftar sekarang!