Mei
27

Sebanyak 75 orang Pengajar Muda Angkatan VIII akan diberangkatkan pada 15 Juni 2014. Ke- 75 Pengajar Muda ini terpilih dari 9.359 aplikan. Sebelum berangkat, mereka mengikuti pelatihan intensif yang berisi materi-materi pedagogi dan kepemimpinan. Pelatihan intensif Pengajar Muda Angkatan VIII telah dimulai sejak 21 April lalu dan saat ini mereka memasuki fase akhir minggu ke-5.

Minggu pertama pelatihan merupakan masa adaptasi bagi Pengajar Muda dengan lingkungan baru di kamp pelatihan. Mereka belajar tentang pendekatan Indonesia Mengajar, visi dan misi, dan filosofi training. Selain materi-materi tersebut, di minggu ini juga mereka dibekali pelatihan fisik dan mental oleh Wanadri. Pelatihan fisik dan mental dilaksanakan selama empat hari di daerah Rawa Gede dan Gunung Kencana, Jawa Barat. 

Memasuki minggu kedua pelatihan, suasana keakraban antar Pengajar Muda terasa semakin hangat. Keakraban yang terjalin tidak hanya antara Pengajar Muda, namun juga dengan masyarakat desa di sekitar kamp pelatihan. Melalui acara silaturahmi, Pengajar Muda mempersembahkan tarian nusantara kepada perangkat desa, tokoh masyarakat, dan tokoh agama di Kampung Cidokom, Desa Kopo, Cisarua, Bogor. 

Amilia Agustin, remaja belia yang dijuluki si "Ratu Sampah", kembali diundang dalam pelatihan intensif Pengajar Muda VIII untuk mengisi sesi Forum Kepemimpinan. Semangat dan konsistensinya dalam melakukan perubahan, adalah insight yang didapat oleh Pengajar Muda usai sesi tersebut.

Bersamaan dengan materi kepemimpinan yang telah dimulai pada minggu kedua, masa perkenalan dengan beragam materi pedagogis juga dimulai di minggu ini. Untuk pertama kalinya, para Pengajar Muda melakukan observasi ke 10 sekolah dasar di sekitar kamp, dan berinteraksi langsung dengan Kepala Sekolah, guru, dan siswa.

Di minggu ke-3 pelatihan, pengumuman Kabupaten penempatan Pengajar Muda dilakukan dengan disertai penjelasan formula penempatan oleh Tim Training Indonesia Mengajar. Berbagai ekspresi tercurah, namun mereka semua siap ditempatkan di Kabupaten manapun. Setelah pengumuman Kabupaten penempatan, minggu ketiga ini berlanjut dengan sesi adaptasi budaya menggunakan metode Albatroz. Dengan didampingi Pengajar Muda yang telah purna tugas,  Pengajar Muda Angkatan VIII mendapatkan pemahaman tentang cara beradaptasi selama di daerah penempatan.

Pelatihan di minggu ke-3, sebagian besar diisi dengan materi-materi pedagogis. Beragam metode kreatif yang inovatif disampaikan dengan cara yang menyenangkan oleh para pemateri. Ditambah lagi, materi tentang anak berkebutuhan khusus (ABK) yang disampaikan oleh alumni Pengajar Muda dan Yayasan Empati berhasil menambah khasanah pengetahuan Pengajar Muda, terutama ketika menghadapi anak-anak ABK di daerah penempatan nanti.

Materi pedagogis di pelatihan intensif berlanjut di sesi Kegiatan Belajar dan Bermain (KBB) dengan menghadirkan 200 anak yang berasal dari sekolah di sekitar kamp, yakni SDS Al Fajri dan SDN Kopo 2.  Mengusung tema "Hari Cita-cita", penyelenggaran KBB ini menyisakan kenangan manis di hati anak-anak. Bahkan perwakilan SDS Al Fajri memberikan sebuah parsel hasil karya daur ulang mereka untuk mengapresiasi kerja keras Pengajar Muda.

Di Minggu ke-4, Pengajar Muda dihadapkan pada pelajaran baru yakni pengenalan kurikulum bersama Zulkifri Anas dari Pusat Kurikulum, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Untuk menambah pengetahuan mereka tentang penerapan kurikulum, mereka berkunjung ke SD Batutis di Bekasi dan SD Semipalar di Bandung yang menyajikan kurikulum alternatif. 

Pada sesi forum kepemimpinan,  Tim Training Indonesia Mengajar menghadirkan Ahmad Fuadi, penulis novel best seller Negeri 5 Menara, yang membagikan inspirasi melalui tulisan yang menggerakkan. Di luar itu, Fuadi juga menyampaikan bagaimana mimpi bisa diraih dengan konsistensi dan keyakinan. 

Separuh perjalanan Pengajar Muda Angkatan VIII di Pelatihan Intensif telah tergenapi. Pada minggu ke-5 mereka harus mengimplementasikan berbagai materi yang telah mereka dapatkan dalam sesi microteaching. Pada sesi ini, pemahaman konten dan pengelolaan kelas mereka dinilai oleh para asesor. Untuk memperkaya perbendaharaan metode para Pengajar Muda Angkatan VIII, tim training berinisiatif untuk membuat sesi yang menyajikan aneka cara mengajar kreatif berdasarkan 20 Strategi Mengajar ala Bapak Munif Chatib dan Events in Teaching Instructions. 

Materi kepemimpinan pada minggu ini salah satunya diisi oleh sesi Stakeholder Communications and Engagement oleh Ibu Itje Chodidjah. Pada sesi ini Pengajar Muda ditantang untuk berlatih cara berbicara dalam forum resmi dengan para pejabat dan langsung diberi umpan balik. 

Kegiatan rafting di Kalibaru, Bogor memberikan aktivitas yang menyenangkan dan menyegarkan bagi Pengajar Muda di tengah padatnya materi pelatihan intensif. Melengkapi kegembiraan Pengajar Muda, di penghujung minggu ke-5 digelar pentas seni yang digarap serius oleh Pengajar Muda. Pegelaran yang mereka garap sejak dua pekan sebelum acara ini seperti menjadi perayaan atas kebersamaan mereka selama lima minggu terakhir. Mereka juga memberikan mahkota Terima Kasih untuk setiap tim training sebagai bentuk apresiasi. Pentas seni yang menampilkan persembahan setiap kabupaten ini lalu disempurnakan dengan slideshow foto semua Pengajar Muda.

Para Pengajar Muda angkatan VIII ini akan berangkat pada 14 Juni dan 15 Juni 2014 ke 10 kabupaten, yaitu Kabupaten Musi Banyuasin dan Muara Enim di Sumatera Selatan, Kabupaten Lebak di Banten, Pulau Bawean di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dan Kabupaten Kapuas Hulu di Kalimantan Barat.

Selain itu, mereka juga akan berangkat ke Kabupaten Kepulauan Sangihe di Sulawesi Utara, Kabupaten Maluku Tenggara Barat di Maluku, Kabupaten Bima di NTB, Kabupaten Rote Ndao di NTT, dan Kabupaten Fakfak di Papua Barat.

Mereka akan meneruskan kerja yang sudah dirintis Pengajar Muda angkatan VI yang akan kembali pada 29 Juni 2014. Dengan ini, Pengajar Muda memiliki waktu dua pekan untuk transisi dan transfer wawasan kepada Pengajar Muda angkatan VIII.


2 Komentar
Tinggalkan komentarmu

Belum punya akun? Daftar sekarang!