Okt
30

Kabupaten Majene terletak di Propinsi Sulawesi Barat dan memili topografi dataran rendah dan pegunungan. Pengajar Muda ditempatkan di empat kecamatan; Sendana, Tammerodo, Malunda dan Ulumanda. Akses untuk menuju bisa melalui Makassar yang berjarak sekitar 300 km dan dapat ditempuh dengan kendaraan umum yang banyak tersedia setiap harinya. Sinyal dan listrik sangat terbatas. Listrik biasanya menyala di malam hari, mulai pukul 18.00 hingga 21.00. 

Untuk menuju Majene, memerlukan waktu sekitar 8 jam perjalanan dengan angkutan umum dari Makassar. Kemudian dilanjutkan ke desa masing-masing sekitar 1 – 3 jam perjalanan dengan menggunakan angkutan umum.

Kabupaten Majene mayoritas dihuni oleh masyarakat Suku Mandar. Selain Mandar, suku lainnya yang terdapat di Majene adalah Bugis dan Jawa. Sebagian besar penduduk Majene bekerja di sector pertanian, perikanan dan perkebunan. Bahasa yang umum digunakan sebagai bahasa pengantar sehari-hari adalah bahasa Mandar dan bahasa Jawa di daerah-daerah kantung transmigran. Mayoritas penduduk Majene beragama Islam dan cenderung terbuka terhadap masyarakat dari agama lain. 

Pengajar Muda Kabupaten Majene

 

Periode 2013 - 2014

  1. Hari Triwibowo (SDN 27 Inp Tatibajo)
  2. Lina Pratica Wijaya (SDN 39 Inp Manyamba)
  3. Dwi Utari Kusuma (SDN 25 Inp Lombang)
  4. Raudatul Akmal (SDN 25 Inp Appoang)
  5. Stefanus Onggo (SDN 33 Inp Buttutala)
  6. Hamidah Busyrah (SDN 30 Inp Ulidang)
  7. Fahmi Fachrudin Syah (SDN 29 Inp Totolisi)
  8. Arliska Fatma Rosi (SDN 22 Inp Rura)

 

Periode 2012 - 2013

  1. Muhamad Fajar (SDN 27 Inp Tatibajo, Ulumanda)
  2. Yustika Noor Arifa (SDN 39 Inp Manyamba, Tammerodo)
  3. Alvino Yulian (SDN 25 Inp Lombang, Malunda)
  4. Ria Pesta Natalia (SDN 25 Inp Appoang, Sendana)
  5. Lukvi Raharasi (SDN 33 Inp Buttutala, Malunda)
  6. M. Nurul Ikhsan Saleh (SDN 30 Inp Ulidang, Tammerodo)
  7. Mega Tala Harimukthi (SDN 29 Inp Totolisi, Sendana)
  8. Awaludin Fatjri Ariyanto (SDN 22 Inp Rura, Ulumanda)

 

Periode 2011 - 2012

  1. Agus Arifin (SDN 27 Inp Tatibajo, Ulumanda)
  2. Anggiat Jogi Simamora (SDN 39 Inp Manyamba, Tammerodo)
  3. Astri Lestari (SDN 25 Inp Lombang, Malunda)
  4. Khilmi Mauliddidan (SDN 25 Inp Appoang, Sendana)
  5. Luluk Aulianisa (SDN 19 Inp Limboro, Sendana)
  6. Noveri Maulana (SDN 33 Inp Buttutala, Malunda)
  7. Novianus Efrat (SDN 30 Inp Ulidang, Tammerodo)
  8. Salimatus Shadri (SDN 29 Inp Totolisi, Sendana)
  9. Syarifah Hanim (SDN 50 Inp Talongga, Tammerodo)
  10. Valesrina Utami (SDN 22 Inp Rura, Ulumanda)

 

Periode 2010 - 2011

  1. Adeline Magdalena Sutanto (SDN 29 Inp Totolisi, Pundau)
  2. Agung Firmansyah (SDN 27 Inp Tatibajo, Sambabo)
  3. Atika Asterina Saraswati (SDN 50 Inp Talongga, Seppong)
  4. Erwin Puspaningtyas Irjayanti (SDN 25 Inp Appoang, Mosso Dhua)
  5. Fauzan Tegar Andika (SDN 22 Inp Rura, Sambabo)
  6. Firman Budi Kurniawan (SDN 33 Inp Buttutala, Lombang)
  7. Nisa Rachmatika (SDN 30 Inp Ulidang, Ulidang)
  8. Saktiana Dwi Hastuti (SDN 19 Inp Limboro, Tallubanua)
  9. Sekar Arrum Nuswantari (SDN 39 Inp Manyamba, Seppong)
  10. Soleh Ahmad Nugraha (SDN 25 Inp Lombang, Lombang)

 

Kembali ke Daerah Penempatan »


3 Komentar
  • La Sodding
    ide yang bagus untuk mengirim guru ke daerah terpencil, agar yang pintar bukan hanya orang kota, orang orang di desa juga butuh ilmu dan ingin pintar,semoga hal seperti ini juga dilakukan didaerah lain. contohlah kabupaten majene!
  • zacky
    semoga tahun depan punya kesemptan mengabdi pada negeri
  • Musni
    berharap diterima jadi PM...
    amiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnn
Tinggalkan komentarmu

Belum punya akun? Daftar sekarang!