Feb
07

Ditulis oleh: Noveri Maulana*

Majene, (30/01/2012) – Guna meningkatkan kerjasama dengan para stakeholder, para Pengajar Muda (PM) Majene – Sulawesi Barat melakukan pertemuan dengan Bupati Majene untuk bersilaturahim sekaligus menyampaikan laporan PM selama bertugas di lapangan pada triwulan pertama. Pertemuan yang berlangsung pada Senin (30/1) itu dihadiri oleh seluruh PM Majene, Bupati dan Sekda Kab. Majene, Ajudan dan Asisten pejabat daerah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Dinas Sosial.

Pada kesempatan ini, PM menyampaikan beberapa hasil kerja mereka selama 3 bulan pertama masa penugasan. Hingga saat ini, selain kegiatan belajar mengajar di sekolah, PM telah melakukan berbagai kegiatan dan bidang dari level desa, kecamatan, hingga kabupaten, seperti; pengadaan pelatihan intensif guru dan kepala sekolah di dua kecamatan, yakni Kecamatan Malunda dan Kecamatan Ulumanda, training motivasi mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), try out SMA se-Kota Majene, serta English Camp bagi siswa sekolah di Majene dan Polewali Mandar.

Selain itu, PM juga menyampaikan hasil kajian strategis mereka mengenai beberapa isu pendidikan yang menjadi fokus utama PM Majene pada masa awal penugasan. Isu-isu tersebut diantaranya ialah mengenai pemerataan guru, peningkatan kualitas guru, serta peningkatan pengawasan dan kedisiplinan para perangkat pendidikan. Menyoal pemerataan guru, PM menilai bahwa saat ini masih terdapat ketimpangan jumlah guru antara sekolah perkotaan dengan sekolah pedesaan. Di daerah pedesaan dan beberapa sekolah dalam kategori terpencil, jumlah guru sangat tidak sebanding dengan jumlah siswa. Di sekolah tempat salah satu PM, Anggiat, hanya terdapat 3 orang guru PNS, sedangkan siswanya 200 lebih. Tidak hanya di sekolah Anggiat, di sekolah PM lain dan beberapa sekolah di pedesaan lainnya, kekurangan jumlah tenaga pendidik juga menjadi persoalan utama. Karena itu, pemerataan jumlah guru menjadi perhatian bagi PM untuk disampaikan kepada para pemangku kebijakan daerah.

Selain persoalan pemerataan guru secara kuantitas, pemerataan guru secara kualitas juga menjadi isu dari para Pengajar Muda. Setelah tiga bulan di daerah penempatan, Pengajar Muda melakukan observasi. Dari hasil pengamatan dan analisis, PM menilai bahwa dibutuhkan usaha maksimal untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas guru yang bertugas di daerah, terutama terkait dengan metode belajar kreatif dan konstruktif. Diharapkan, dengan adanya hal tersebut, dapat meningkatkan daya tangkap dan kecerian siswa di dalam kelas.

Menanggapi hal itu, Bupati Majene Kalma Katta, memberikan apresiasi yang besar terhadap kontribusi para Pengajar Muda. Bupati mewakili pemerintah dan juga masyarakat mengungkapkan rasa terima kasih terhadap niat baik Indonesia Mengajar untuk ikut serta meningkatkan kualitas pendidikan di Majene. Bupati juga menambahkan, peningkatan kualitas pendidikan akan menjadi perhatian utama pada periode kedua kepemimpinanya.

“Kita mencanangkan bahwa Kabupaten Majene ini menjadi Ibukota Pendidikan bagi Sulawesi Barat. Karena itu kita terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan yang baik di kabupaten ini”, ujar Kalma Katta.

Selain itu, bupati juga menegaskan bahwa mulai tahun ini, persoalan pemerataan guru akan menjadi perhatian serius. Saat ini persoalan mutasi guru dan perangkat pendidikan lainnya harus seizin bupati, tidak cukup hanya izin dari kepala dinas pendidikan semata. Hal ini bertujuan untuk menghindari kecurangan SK penempatan guru dan tenaga pendidikan lainnya. Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majene, Abdul Hamid. Menurutnya, saat ini Dinas Pendidikan sedang melakukan kajian serius soal pemerataan guru di Kabupaten Majene. Hamid juga menegaskan, secepatnya pihaknya akan melakukan mutasi yang komprehensif untuk menanggulangi ketimpangan jumlah guru antara pusat kota dan daerah.

Selain menyampaikan analisis isu pendidikan, pada kesempatan itu Pengajar Muda juga menggandeng Pemda Majene untuk bekerjasana merumuskan sebuah aksi nyata untuk meningkatkan kualitas guru dan perangkat pendidikan. Salah satu kegiatan yang PM tawarkan kepada pemerintah ialah untuk mengadakan sebuah forum diskusi kepala sekolah SD se-Kabupaten Majene untuk meningkatkan pengelolaan dan manajemen sekolah yang lebih baik. Novianus Efrat, koordinator PM Majene, menyampaikan bahwa kegiatan diskusi tersebut akan menghadirkan narasumber yang kompeten dari Asosiasi Kepala Sekolah se-Asia Tenggara. Efrat menambahkan, acara ini merupakan sebuah upaya PM untuk mengajak berbagai pihak agar semakin peduli dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di Majene.

Menanggapi hal itu, Bupati Majene merespon dengan sangat antusias terhadap inisiasi kegiatan yang disampaikan oleh para Pengajar Muda. Pada kesempatan itu, di hadapan PM Bupati langsung memberikan instruksi kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk merancang teknis acara dan menindaklanjuti segala persiapan untuk mengadakan acara yang ditawarkan oleh Pengajar Muda. Bupati menilai bahwa acara ini akan memberikan pengaruh positif bagi pengembangan kualitas pendidikan di Majene.

*) Noveri Maulana, Pengajar Muda Kab. Majene, Sulawesi Barat


0 Komentar
Tinggalkan komentarmu

Belum punya akun? Daftar sekarang!