Jan
23

Labuha (14/1) – Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan meluncurkan Gerakan Desa Cerdas. Gerakan itu merupakan upaya mengirim guru-guru SD dari daerah ibukota kabupaten di Labuha ke pulau-pulau yang kekurangan guru di wilayah tersebut. 

Gerakan Desa Cerdas memilih guru-guru berprestasi untuk mengajar dan berbagi ilmu kepada siswa, guru-guru yang ada di sekolah tujuan, serta masyarakat di pulau penempatan. Para guru ini akan mengajar di sekolah yang sudah ditentukan selama satu semester. Harapannya, setelah masa penugasan selesai akan diganti oleh guru lainnya. Gerakan ini diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan bekerjasama dengan Pengajar Muda Gerakan Indonesia Mengajar.

Bupati Halmahera Selatan, Muhammad Kasuba, dalam pidato pelantikan guru berprestasi mengatakan, Gerakan Desa Cerdas ini merupakan terobosan baru yang diharapkan dapat memperbaiki kualitas pendidikan siswa yang ada di pelosok pulau. Beliau juga mengharapkan semua pihak bisa memberikan konstribusi untuk keberhasilan gerakan ini sehingga pendidikan siswa di Halmahera Selatan dapat ditingkatkan.

Isjwan Hasyim, Kepala Dinas Pendidikan Halmahera Selatan, menuturkan bahwa alasan uatama yang melatarbelakangi Gerakan Desa adalah tidak berimbangnya jumlah guru di kota dan di desa-desa yang tersebar di pulau-pulau. Sehingga gerakan ini diharapkan mampu menjawab permasalahan kurang meratanya distribusi guru tersebut. 

Beliau juga menambahkan bahwa guru yang bergelimang kenyamanan mengajar di kota, kini sudah saatnya dengan ikhlas memberikan tenaga dan pikirannya untuk kemajuan anak-anak di pelosok pulau. Karena, anak-anak tersebut punya hak yang sama dengan anak-anak di kota untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. “Kalau bukan dari kita sendiri siapa lagi yang akan memberikan kesempatan pada anak-anak Halmahera Selatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” kata Isjwan.

Untuk meningkatkan kapasitas pedagogis dan manajerial guru yang dikirim ke desa, Dinas Pendidikan bekerjasama dengan Pengajar Muda Kabupaten Halmahera Selatan mengadakan training berkala untuk para guru tersebut. Training akan diselenggarakan selama tiga minggu sekali di kota kabupaten. Selain mengikuti training, guru berprestasi ini juga diminta untuk menyampaikan evaluasi dan refleksi selama mereka bertugas di desa.

***

Siaran Pers dari Pengajar Muda Kabupaten Halmahera Selatan tahun 2012-2013


8 Komentar
  • Surahman
    Mantap.....
  • Bumihijau
    Masalah dan problem yang terjadi dalam dunia pendidikan tidak akan pernah selesai ini dikarenakn interfensi "politik Partai" dan hanya mengejar keuntungan belaka programnya kami anggap tidak jelas jika tidak disosialisasikan kemasyarakat terlebih dulu...!!!

    "Pemerhati Pendidikan Batjan"
    • Sugit Sanjaya Arjon
      Assalamualaikum,

      Pertama-tama, perkenalkan Mas/Mbak Bumihijau, nama saya Sugit. Kebetulan bertugas sebagai salah satu Pengajar Muda di Halmahera Selatan.

      Mas /Mbak Bumihijau yang budiman, terima kasih atas masukannya. Masukan tersebut sangat berharga karena ada yang peduli dengan pendidikan halsel.

      Secara singkat, Gerakan Desa Cerdas ini adalah solusi sementara untuk mengisi kekurangan guru-guru di desa-desa, gerakan ini didasari karena tidak meratanya penyebaran guru-guru di Halmahera Selatan. Ada beberapa desa di Halmahera Selatan yang diketahui hanya memiliki 3 orang guru, contohnya seperti di Nusa Jaya (1 PNS, 1 PTT, dan 1 Honorer), di Wayatim (yang aktif cuma 1 orang guru Honorer), apakah menurut Mas/Mbak Bumihijau keadaan seperti ini bisa meningkatkan pendidikan di Halmahera Selatan? Kehadiran dan bimbingan guru di kelas menjadi faktor yang sangat penting untuk penyaluran ilmu dari guru kepada anak-anak. Kehadiran dan kemampuan guru menurut saya menjadi faktor yang lebih penting dibandingkan dengan kekayaan fasilitas itu sendiri. Saya pribadi lebih memilih mengajar disekolah yang reyot dan serba kekurangan tetapi memiliki guru yang berkomitmen serta berkualitas dan bisa mendidik anak-anak daripada bangunan sekolah megah tetapi tidak ada guru sama sekali.

      Meminjam istilah Pak Anies Baswedan, 'sambil berlayar membangun kapal', program ini akan terus di evaluasi. Kekurangan dan masukan yang diberikan akan dievaluasi dan ditinjau seiring berjalannya penyelesaian masalah distribusi guru di Halmahera Selatan. Diharapkan gerakan ini menjadi gerakan awal yang bisa menjadi contoh dan bisa membantu peningkatan mutu pendidikan di Halmahera Selatan.

      Saya sendiri menyarankan diskusi langsung yang akan menelurkan solusi dan masukan konkrit karena akan sangat panjang jika dituliskan disini. Jika kebetulan Mas/Mbak Bumihijau berdomisili di Halmahera Selatan, mari ketemuan untuk membahas lebih lanjut. Biar ada masukan dan saling berbagi informasi diantara kita. Jika Mas/Mbak Bumihijau memiliki pertanyaan atau ada yang dirasa belum jelas, saya bisa dihubungi di sugit@pm5.indonesiamengajar.org

      Sekali lagi terima kasih atas masukan dan kepedulian Mas/Mbak Bumihijau akan pendidikan di Halmahera Selatan. :-)

      Salam hangat,
      Sugit Sanjaya Arjon
      Pengajar Muda V
  • Bumihijau
    Assalamu'alaikum wr.wb
    Saya melihat gerakan "Desa Cerdas" tidak efesien, seharusnya pemerintah menganalisis terlebih dulu apa yang sebernarnya dibutuhkan dalam perencanaan peningkatan mutu pendidikan didesa, dan juga jika hanya pada tingkat SD dilaksanakan dalam jangaka waktu satu semester, bagaimana SMP dan SMAnya? Bagaimana Guru yang berada didesa tersebut, sebenarnya apanya yg mau dicerdaskan?
    Alangkah baiknya berikan saja fasilitas yang dibutuhkan oleh Sekolah untuk peningkatan mutu pendidikan yang berada didesa bukan dengan mengirim guru/membuat program yang tidak jelas arahnya.
    Gerakan ini bukan untuk mencerdaskan tetapi proses pembodohan terhadap masyarakat.

    "Bumihijau Batjan"
  • Bumihijau
    Mas Surahman apanya yang mantap?
    Program Pemerintah Halmahera Selatan ttg Desa Cerdas ini adalah program yg tidak bervitamin sama sekali!!
  • Ikhsan Abdusyakur
    Salam Hangat,

    Mohon izin ikut meramaikan diskusi yang menarik ini,

    "peningkatan mutu pendidikan didesa" sangat banyak caranya, tapi mari kita lihat apa yang menjadi akar permasalahan mutu pendidikan

    Jika mas bumihijau pernah turun langsung menjadi praktisi pendidikan (menjadi guru), pasti kita sama2 memahami kehadiran "guru berkualitas" adalah senjata utama tolak ukur kualitas pendidikan

    Bayangkanlah sebuah sekolah yang punya ruang belajar bagus, fasilitas memadai, tidak kekurangan dana pembangunan, tapi tidak memiliki guru berkualitas,

    Menurut saya itu tidak lebih baik dari sekolah sederhana tetapi berisikan guru - guru yang siap! dan bisa memanfaatkan fasilitas apapun yang ada di alam ini untuk mengajar

    Memberikan fasilitas/uang bukanlah solusi nyata pembangunan pendidikan di negeri ini, tanyakan kepada seluruh aktivis sosial yang pernah turun tangan, memberikan barang/fasilitas justru "pembodohan" sebenarnya, membuat masyarakat tergantung dan terus meminta tanpa menyadari mereka mampu berubah dengan modal yang mereka punya

    Menghadirkan guru berkualitas mampu merubah pola pikir tersebut, ibarat mendidik seseorang mencari ikan, kita tidak melulu menyuapinya dengan ikan, tetapi mengajarkan mereka untuk memancing sendiri, bahkan jika hanya bermodalkan seutas nilon pun mereka tetap bisa, jika Guru yang mengajarkan adalah guru yang sadar dan paham bahwa kita bisa berubah.

    Menurut saya itulah tujuan utama dari program desa cerdas ini,
    1. mengajak dan menginspirasi guru2 di desa tersebut untuk berubah menjadi guru yang berkualitas selayaknya guru2 berprestasi yang dikirim ke desa2 tersebut
    2. mengisi kekosongan guru, sehingga anak2 bisa terus belajar, tanpa kekhawatiran punya ruang belajar tapi tidak punya guru

    Jika memang satu semester tidak cukup, mari kita dukung terus program ini agar berkembang dengan kualitas yang lebih banyak di semester2 kedeannya!! ajak semua guru yang peduli untuk bantu di desa, atau mungkin mas bumihijau juga mau ikut bantu turun tangan? :)

    terima kasih
  • bumi seki
    salam pendidik

    sebelumnya saya sangat mendukung program yang ingin memajukan kwalitas pendidikan di Halmahera Selatan, hanya saja program ini jangan menunggu arahan dan perintah..saya sempat mengutip apa yang disampaikan mas ikhsan tentang pemanfaatan SDA sebagai salah satu penunjang mutu pendidikan di Halmahera Selatan nah tetapi keadaan yang terjadi guru2 yang siap dan mempunyai mutu serta kwalitas yang baik dan putra daerah sendiri sering kali di abaikan karena korban politik semata...lalu kemudian mengusulkan program yang menurut saya hanya menghambur2kan dana saja dan masalah sarana penunjang di setiap sekolah itu mutlak,contohnya mempunyai guru IPA yang berkwalitas tapi kalau alat praktek tidak mendukung apa itu akan menunjang mutu pendidikan????
  • bumi seki
    salam pendidik....

    saya hanya bingung saja kepada pemerintah...kenapa putra dan putri Halmahera Selatan yang basic pendidikannya seoarang guru diterlantarkan dan lebih membingungkan lagi putra dan putri Halmahera Selatan yang dulunya seorang pendidik ditempatkan di jabatan struktural non pendidikan dan bukan hanya sebatas itu saja PTT/Honor pun demikian...apa tidak merasa aneh kalau di kaitkan dengan program Desa Cerdas????

    Terima Kasih
Tinggalkan komentarmu

Belum punya akun? Daftar sekarang!