[Dove Self-Esteem Project] “Jadi remaja itu nggak usah banyak gaya, yang penting berkarya”

“Jadi remaja itu nggak usah banyak gaya, yang penting berkarya”

Sebuah kalimat yang kemudian disusul oleh tepukan tangan para peserta Talkshow dalam acara Grand Launching Dove Self-Esteem Project 2018. Acara yang baru dilangsungkan pada tanggal 16 April 2018 kemarin menjadi sebuah momentum berharga yang menandai berjalannya kolaborasi Indonesia Mengajar dengan Dove Masterbrand dalam acara yang bertajuk Dove Self-Esteem Project (DSEP) 2018. Mengusung tema Kepercayaan Diri dan Self-Esteem di tahun 2018 ini DSEP fokus dalam pengembangan tingkat kepercayaan diri remaja-remaja di 5 kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Palembang, Jogja, dan Surabaya.

Grand Launching DSEP yang dilaksanakan di SMA 74 Jakarta menghadirkan 2 agenda utama yaitu Workshop materi Kepercayaan Diri yang dibawakan oleh tim trainer Indonesia Mengajar dan juga Talkshow yang turut menghadirkan beberapa narasumber yang tidak hanya inspiratif tetapi juga berlatar belakang sangat beragam. Dengan dimoderatori oleh Tina Talisa, talkshow yang berlangsung sekitar 90 menit menjadi sangat menarik dan interaktif. Sebut saja Nicoline Patricia Malina, yang merupakan seorang model sekaligus fotografer. Ada juga, Angkie Yudhistia seorang Disablepreneur yang sudah banyak menginspirasi orang-orang sekitar melalui thisable.org (Thisable Enterprise) yang ia dirikan. Serta Adinda Tri Wardhani seorang jurnalis Liputan 6. Wanita-wanita inspiratif tersebut berhasil menghangatkan suasana aula sekolah SMA 74 Jakarta.

Pada kesempatan tersebut juga, datang perwakilan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, yaitu Ibu Elvi Hendrani selaku Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pendidikan dan Ibu Ira Noviarti selaku Personal Care Director Unilever Indonesia.

Beragamnya latar belakang public figure yang menjadi narasumber berhasil membuat para peserta talkshow, yang merupakan siswi-siswi dari SMA 74, berdecak kagum. Ada topik yang di highlight oleh para narasumber, yaitu fakta mengenai rendahnya kepercayaan diri yang kemudian dapat memengaruhi langkah-langkah remaja menuju dewasanya. Dikutip dari penjelasannya, Ibu Elvi menegaskan peranan orang tua dan lingkungan sekolah menjadi sangat penting untuk membentuk karakter remaja agar lebih tangguh dan percaya diri dengan hal yang sudah dimilikinya, terlepas dari banyaknya pengaruh eksternal seperti iklan, media sosial, dan lain-lain.

Selain itu Ibu Ira menambahkan semangat Hari Kartini yang tentunya masih relevan hingga saat ini bisa kita resapi dalam nilai-nilai kesetaraan. Kesadaran akan kesetaraan ini yang kemudian mampu membangun pola pikir para remaja perempuan di Indonesia untuk berkarya dan berkiprah sesuai dengan minat dan passion-nya.

Selain Talkshow, keberagaman materi yang diangkat dalam DSEP ini dikemas dalam sebuah Workshop dan Coaching Clinic yang dibawakan oleh tim trainer dan fasilitator Indonesia Mengajar. Melalui lembar kerja siswa, kegiatan menggambar penampilan ideal, membantu para peserta worskhop untuk berkontribusi aktif dan memahami secara utuh akan pengetahuan Self-Esteem yang mereka dapatkan.

Kegiatan Workshop DSEP ini akan berlangsung hingga bulan Mei mendatang, dengan menargetkan 30 sekolah. Selain Workshop di kota-kota besar, Indonesia Mengajar bersama dengan Dove Masterbrand turut menginisiasi sebuah pilot project di daerah penempatan Pengajar Muda yaitu Aceh Singkil, yang bertujuan untuk para remaja di daerah dapat turut memperoleh materi-materi mengenai Kepercayaan Diri.


Ikut Iuran