Cerita PM dengan topik indonesia mengajar


Sep
06
Senja sudah menyingsing diufuk barat di ujung timur Indonesia, jalanan koral membentang diantara kerlap-kerlip rumah, sedari pagi tadi hujan menghempas tak kunjung reda, sesekali berhenti lalu mengucur lagi. Jalanan depan rumah dan parit tak dapat dibedakan mana batasnya. Hanya setapak kecil agak tinggi yang tak terjamah air. Air bagai ditumpahkan begitu rupa, begitulah Bomberay dengan iklim regional padangnya, sekali-kalinya hujan lebatnya tak terkira, malam tiba agak hangat udara terasa sisa ...
Sep
06
Keyakinanku pada malam memudar diantara bayangan gelap hamparan padang. Malam adalah kesunyian total dan kekosongan. Kebanggaanku pada kegelapan sirna setelah melihat terlalu banyak gulita. Kesombonganku pada matahari berbalik menjadi kekaguman. Keraguanku pada pagi menghilang menguap bersama embun. Disini ditengah padang bersama orang-orang dari kegelapan aku belajar cara menghargai sinar. Dirimbun ilalang aku mulai membangun kepercayaan pada terang. Ditengah hutan belantara aku hapuskan keegoisanku pada fajar.                 Cahaya pelita redup masih menemaniku ...
Sep
06
“Sekolahku kandang ayam” saya masih ingat bagaimana puisi ini telah membuat muak hati salah satu wakil presiden RI, ditulis oleh seorang profesor disana di tanah para penguasa. Sekarang saya bilang dalam hati dapat berkata tahu apa mereka tentang kandang ayam, setiap hari saya disini di sekolah kayu lapuk dengan decit mengiris hati di seluruh pojoknya. Disini di SD Inpres 3 Bomberay Kabupaten Fakfak Papua Barat Anak-anak masih dengan senyumamnya belajar ...

Nov
27
Masyarakat kalap dan menghancurkan bangunan yang ada. Mereka mengejar simpatisan yang membela kubu oposisi dimanapun mereka berada. Beberapa orang lari ke kebun, ke hutan atau ke desa sebelah menggunakan alat transportasi apa saja yang mereka punya. Kalau tidak ada, tentu mereka siap membayar ketingting asal pergi dari desa tinggalkan rumah, sebagai satu-satunya barang berharga. Hari-hari itu menjadi keadaan paling mencekam yang dirasakan semua warga desa kala beberapa orang tak dapatkan ...
Des
01
Kesibukan di bulan November bagi Pengajar Muda Fakfak terfokus pada sebuah event besar. Kegiatan yang sudah diagendakan bahkan saat sebelum kita menginjak Papua adalah menggelar festival seni dan budaya.

Nov
28
Indonesia Mengajar, mungkin sekarang bisa dikatakan membuat gempar. Pengiriman 51 Pengajar Muda angkatan pertama 10 November 2010 silam membuat bangsa ini membuka mata, betapa beratnya janji kemerdekaan “mencerdaskan kehidupan bangsa” harus dilunasi.
Jan
20
Hari Jumat malam saya menerima pesan singkat dari Awe, rekan Pengajar Muda di Tulang Bawang Barat ini. Awe adalah salah seorang yang saya kenal yang percaya betul bahwa kecerdasan itu tidak sekedar kecerdasan kognitif. Sebagai penganut metode belajar kreatif, Awe juga adalah orang yang memiliki sejuta ide cemerlang tentang belajar yang mengasyikkan di luar kelas. Contohnya bisa dibaca di sini. Pesan singkat itu mengundang saya menjadi bintang tamu di acara ...

Nov
23
“Indonesia tanah air beta. Pusaka abadi nan jaya. Indonesia sejak dulu kala. Slalu dipuja-puja bangsa. Di sana tempat lahir beta.  Dibuai dibesarkan bunda. Tempat berlindung di hari tua. Sampai akhir menutup mata.”
Jul
07
Selamat datang para pemberani!” – Hikmat Hardono, Program Director Indonesia Mengajar Itulah kata sambutan yang pertama kali saya dengar ketika berkumpul dengan ke-71 orang pengajar muda dalam acara pembukan training intensif selama 7 minggu. Sebuah kalimat yang sangat memotivasi, namun sekaligus menggelitik hati kecil saya. Benarkah saya pemberani? Benarkah saya menjalani semua ini untuk mengabdi? Benarkah saya siap dengan segala suka dan duka yang akan saya temui di daerah penempatan nanti?