Jan
09

Yames Pairie itulah nama dari seorang pembelajar yang menurutku sangat luarbiasa, sosok kepala sekolah di SD YPK Solagratia Marau. Yames menurut cerita dari keluarganya, diambil dari nama seorang manajer perusahaan minyak Belanda di Sorong. Pairie  adalah nama marga orang Papua, artinya dari bahasa lokal Marau berarti Pia (terang) dan Rie (Batu) karena menurut cerita masyarakat, leluhur dari Pairie ini tinggal di batu kemudian ada seorang pendatang dari Ansus (ibukota distrik) menemukan orang ini yang tinggal di batu, kemudian Pairie ini berkata terang-terang, karena batunya dilubangi dan cahaya matahari masuk kedalam batu itu. Sekilas arti nama dari bapak sekolahku ini.

Dari awal aku sudah sangat yakin bahwa kepala sekolah ini adalah orang yang satu semangat dengan saya, dimulai dari penjemputan diriku di kota Serui, akulah PM pertama yang dijemput oleh kepala sekolahku ini. Hal pertama yang dikatakan Bapak Yames kepadaku, “ ini bapak, panggil bapak pu nama bapak Yames, anggap saja ini ayah Rizky dan bapak siap untuk melihat perubahan !”sontak ini menjadi letupan semangat untuk berbuat yang terbaik bagi SD penempatan aku ini. “bapak su bosan hidup di kampung, datar macam bagini, hal yang dilakukan oleh Rizky adalah baru untuk sekolah” tidak semua kepala sekolah di Kabupaten Kepulauan Yapen yang memiliki pola pikir seperti bapak Yames, beliau merindukan perubahan untuk kampungnya. “bapak perubahan selalu menuntut untuk keluar dari zona nyaman, Rizky siap membantu untuk pengembangan sekolah, tapi Rizky tidak bisa menjanjikan perubahan, kalau dari bapak, dewan guru dan dukungan masyarakat tidak ada.” Ucapku menanggapi perkataan bapak. Bapak Yames berkata, “Tong siap untuk perubahan!”

Selama tujuh bulan Pengajar Muda bertugas, sudah banyak sekali perubahan-perubahan yang terjadi di SD YPK Solagratia Marau, yakni:

      Sekolah tidak pernah tutup karena kepala sekolah dan dewan guru aktif mengajar di sekolah.

      Perumusan Visi, Misi dan Tujuan SD YPK Solagratia Marau untuk 5 tahun kedepan.

      Tantangan Baca, Tulis dan Hitung (Calistung) mengalami perubahan yang signifikan, awal kedatangan PM. Jumlah siswa yang tidak bisa baca mencapai 60% dari total siswa namun hasil evaluasi internal sekolah, jumlah siswa yang masih belum bisa baca sama sekali hanya 25% saja, terbanyak di kelas I dan II serta kelas III.

   SD YPK Solagratia berhasil menyelenggaran FGD terkait pembahasan dokumen masterplan pengembangan sekolah untuk 5 tahun kedepan, dokumen ini adalah rincian teknis perencanaan dan pembiayaan sekolah. Dokumen ini merupakan turunan teknis dari perumusan Visi dan Misi sekolah.

 Pembagian tugas pokok dan fungsi kepada masing-masing guru, seperti bendahara sekolah, pembagian wali kelas dan kelengkapan administrasi sekolah.

 Mendirikan rumah baca darurat Manu Anyau untuk anak-anak dan pemuda kampung Marau.

  Mendorong dan mengevaluasi kegiatan upacara bendera secara rutin.

 Melaksanakan kegiatan senam sehat setiap hari sabtu bersama masyarakat kampung

 Menginisiasi kegiatan perlombaan, seperti lomba baca UUD 1945, lomba baca Alkitab indah dan lomba senam antar kelas.

 Pelaksanaan ulangan umum serentak dilakukan dan menggunakan lembar soal dan jawaban dari kelas I s/d kelas VI

Perubahan-perubahan yang terjadi di SD YPK Solagratia Marau merupakan wujud nyata bahwa, jangan pernah pesimis dengan masalah pendidikan, ubahlah sudut pandang masalah menjadi potensi dan harapan. Semua kepala sekolah SD di bumi pertiwi ini, akan lebih baik mencontoh semangat untuk melakukan perubahan untuk sekolahnya. Ketiadaan listrik, jaringan dan kesejahteraan bukan menjadi alasan untuk berhenti melakukan perubahan, justru semakin nyaman hidup seseorang, semakin malas untuk melakukan suatu perubahan.

Salam hangat dari kami, dewan guru beserta kepala sekolah SD YPK Solgratia Marau. “Karena pendidikan tanggung jawab kitong bersama!”

 

Pengajar Muda Yapen

Elrizky Jazwan, ST

0 Komentar
Tinggalkan komentarmu

Belum punya akun? Daftar sekarang!