Cerita Arif Lukman Hakim


Jun
30
Hari ini adalah hari yang tak akan terlupakan. Tepat setahun yang lalu aku ada di bandara satu-satunya di Kabupaten Fakfak ini, pertama kali menginjakkan kaki di bumi cendrawasih. Setahun telah terlewati dengan kisah-kisah hebat bersama anak-anak dan masyarakat Tarak, Distrik Karas, Fakfak, Papua Barat. Kini tiba saatnya sang penerus datang, untuk melanjutkan misi mencerdaskan kehidupan bangsa. Kulihat satu persatu delapan anak muda yang berani menggadaikan kenyamanannya, demi merajut tenun kebangsaan ...
Jun
27
Tiba-tiba ada rombongan datang menggunakan sebuah perahu motor yang berlabuh di dermaga kampung. Kulihat dari mereka, sepertinya kunjungan dari sebuah institusi di pusat kabupaten. Siapa gerangan?
Mei
29
Akhirnya masyarakat Tarak menikmati layanan Indosat Lanjutan Kitorang Su Dapat Sinyal, Jendral! (4) Menelepon Jendral! 25 Desember 2012 Sesuai kesepakatan masyarakat dan teknisi, inilah hari yang ditentukan untuk memulai proses pengerjaan BTS. Pagi-pagi pemuda sudah membunyikan bel tanda gotong royong, hampir semua masyarakat mulai beranjak dari rumahnya menuju lokasi BTS. Tanpa dikomando semua membagi tugas. Sebagian orang tua meratakan tanah, mengangkut batu dan pasir, mencampur semen, mengukur pondasi, dan berbagai ...

Mei
28
Anak-anakku menyambut di dermaga Lanjutan dari Kitorang Su Dapat Sinyal, Jendral! (3) Setahap Menuju Sinyal 2 Desember 2012 Pagi itu aku, Bapak Tua, Om Syarif, berangkat ke kota mengantarkan saudara yang akan pulang menyeberang ke Pulau Gorom, Maluku. Kesempatan ini kugunakan juga untuk membeli perlengkapan dan kebutuhan sekolah karena tiga hari berikutnya akan dilaksanakan ulangan semester ganjil. Seperti biasa, aku mulai mengecek sinyal saat Pulau Semai sudah terlewati, seperempat jarak ...
Mei
25
Kepulauan Karas, terapung di atas Laut Seram Lanjutan dari Kitorang Su Dapat Sinyal, Jendral! (2) Pelita Akan Segera Menyala 19 Oktober 2011 Rupanya angin musim timur bukan hanya menggerakkan keberuntungan fakfak yang menikmati musim pala, namun usaha dari lobbying yang kulakukan juga menemukan jalan terang. Om Srondol, membawa suara dan jeritan masyarakat yang kukumpulkan,beliau mencurahkan keringat dan daya pikirnya untuk memperjuangkan daerah penempatanku di sebuah pulau cantik di Papua ...

Mei
25
Sejak kuliah dulu, aktifitasku memang cukup intens menyambangi dunia maya. Namun aku ragu jika disebut sebagai seorang blogger, karena mood blogging-ku cukup angin-anginan. Terlebih saat di daerah penugasan yang sangat nihil akses komunikasinya seperti ini. Aku ibarat bang toyib yang tak pulang-pulang karena mengaku blogger tapi tak online-online.
Mei
23
Khayalan manisku musnah saat berkali-kali mengecek handphone namun tak muncul satu provider pun di pusat kecamatan. Mimpi indahku lenyap. Apa daya, sinyal seperempat bar saja tara da. Sepulang dari pusat kecamatan itulah saya menulis di log-book Indonesia Mengajar, dengan judul “Sinyal Itu Mahal, Jendral!”.

Mei
04
“Pak guru yakin, kalian pasti bisa melewati masa-masa ujian nanti. Ombak Laut Seram saja bisa kalian lalui saat menyeberang, apalagi melewati ujian. Kemudian, kalian tadi juga sudah membuktikan bahwa ikan manggiwang yang menakutkan saja sudah kalian taklukkan, kenapa harus takut dengan ujian? Jadi, sekarang pak guru tanya, berani atau tidak menghadapi ujian?”
Mei
01
Guru-guru di Distrik Karas, Kabupaten Fakfak, Papua Barat Kawan, perjalananku kali ini bukanlah hal petualangan ke sebuah tempat indah bernama Papua. Petualangan bukan saja tentang melihat alam yang cantik, dengan segala vegetasi maupun keunikan di dalamnya. Petualangan bagiku adalah perjalanan yang memberi hikmah dari alam yang kita kunjungi, dan pengalaman dari orang-orang yang ditemui. Seperti kali ini, aku ingin sedikit menceritakan saat berpetualang menelusuri pengabdian guru-guru di Distrik Karas, kecamatan ...