Semua Punya Peran

Oleh: Afif Alhariri Pratama | 04-11-2019

20 -24 Oktober lalu diadakan sebuah kegiatan yang bernama Forum Kemajuan Pendidikan Daerah 2019 yang diselenggarakan di Desa Sumi, Kecamatan Lambu, kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Kenapa dilaksanakan di sana dan kenapa tidak di kota besar? Bagi kami, Gerakan Indonesia Mengajar (Indonesia Teaching Movement), cara terbaik untuk membahas pendidikan adalah dengan empati, terjun langsung ke desa-desa melihat kenyataan-kenyataan yang ada. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai penggerak pendidikan dari seluruh Indonesia yang berasal dari berbagai latar belakang: asisten bupati, kepala dinas, kepala sekolah, guru, perwakilan komunitas dan gerakan kerelawanan, polisi, anak-anak muda, dll. Mereka pun tak menginap di hotel sebagaimana lazimnya kegiatan-kegiatan pertemuan skala nasional. Mereka menginap di rumah-rumah warga yang berprofesi sebagai guru, petani bawang, pedagang, dll. Urusan konsumsi, ibu-ibu warga desa gotong-royong menyediakan panganan mulai dari sarapan hingga makan malam. Lebih dari itu, para penarik benhur (dokar) yang melihat aktivitas para penggerak hilir mudik dari lokasi pertemuan ke rumah tempat menginap, menawarkan diri mengantar mereka.

Betapa indah gotong-royong yang dipertontonkan warga untuk memajukan pendidikan. Mereka sadar akan perannya dan mereka paham akan potensinya. Sebab berbicara pendidikan, adalah milik semua orang, baik para pakar maupun akar.