Menanamkan Karakter Anak Melalui Tembokpedia

Oleh: Afif Alhariri Pratama | 05-07-2019

Anak-anak terus tumbuh mengikuti perkembangan zaman. Untuk menjaga karakter anak-anak agar tidak terpapar informasi negatif yang bisa diakses secara bebas melalui gawai, perlu adanya sebuah ruang interaksi positif. Kondisi di atas membuat Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar memulai inisiatif gerakan sosial pendidikannya yang baru, yaitu Tembokpedia. Kegiatan Tembokpedia adalah kegiatan yang mengajak relawan untuk menanamkan nilai dan pesan baik kepada anak anak usia Sekolah Dasar yang relevan dengan isu di sekitar lingkungan anak anak tinggal. Media penyampai nilai dan pesan baik ini berupa tembok dan cat. Relawan akan melakukan survey dan wawancara terlebih dahulu kepada warga dan anak - anak di sekitar tembok ini berada, sehingga relawan mendapatkan inspirasi pesan baik apa yang ingin digambar dan sesuai dengan kebutuhan anak - anak.

Jakarta menjadi kota percontohan tempat pelaksanaan kegiatan tembokpedia yang tersebar di tiga lokasi sekaligus, yaitu Kelurahan Duri Pulo Jakarta Pusat, Kelurahan Srengseng Jakarta Barat, dan Kampung Pekayon Jakarta Selatan . Kegiatan yang serentak dilaksanakan pada hari Minggu (30 Juni 2019) ini melibatkan 80 relawan tembokpedia yang telah lolos seleksi dari 155 pendaftar; 30 relawan lokal seperti aparat kelurahan, RW, RT pemuda karang taruna; dan tentunya 90 anak - anak usia Sekolah Dasar sebagai target penerima manfaat. 

Positifnya gerakan tembokpedia ini disambut baik oleh Lurah Duri Pulo, Iri Damiri, beliau langsung menginstruksikan jajarannya untuk membantu pelaksanaan tembokpedia. Lokasi Tembokpedia dilengkapi dengan panggung kecil pentas seni, anak - anak menari tarian tradisional khas Betawi, pemuda kampung manggung membawakan lagu pop untuk menghibur relawan yang sedang bekerja. Salah satu pemuda bernama Angga bahkan membuat lagu "Tembokpedia" untuk mengapresiasi kegiatan hari itu. 

Harapannya kegiatan Tembokpedia ini bisa diduplikasi di berbagai daerah untuk menciptakan ruang interaksi positif anak. Sebab tembok kosong bisa menjadi kanvas yang bisa menyalurkan bakat anak dalam bidang visual.

Tembokpedia: Gambar Baiknya, Baik Gambarnya!