Tim Indonesia Mengajar

Orang-orang di balik layar yang senantiasa menjaga agar Gerakan Indonesia Mengajar terus berkembang

Hikmat Hardono

Ketua Yayasan

Sejak 1999, Hikmat aktif sebagai fasilitator berbagai pelatihan berbasis andragogy (adult learning).Portofolionya sampai 2007 tercatat telah merancang lebih dari 93 pelatihan serta memfasilitasi ratusan pelatihan/forum sejenisnya.Spektrum pesertanya beragam, dari pejabat pemerintahan, aktifis NGO, anggota parlemen, pegiat parpol atau juga masyarakat desa. Lembaga yang pernah mempekerjakannya juga beragam, beberapa di antaranya adalah Indonesia Corruption Watch (ICW), Asosiasi DPRD Kabupaten Se-Indonesia (Adkasi), Badan Kerjasama Kabupaten Se-Indonesia (BKKSI), National Democratic Institute for International Affairs (NDI), Partnership for Governance Reform, International IDEA, LSPEU dan sebagainya. Pengalaman ini mengasah ketrampilannya dalam pengembangan pelatihan, memperdalam penguasaan materi serta mengembangkan jejaringnya.

Ia juga menjadi konsultan dan peneliti. Pada 2004 dan 2005 menjadi tenaga ahli Bappenas untuk riset mengenai Strategi Peningkatan Kinerja Proyek Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (2004) serta riset tentang Evaluasi Program-program Pemberdayaan Masyarakat Pesisir di Indonesia (2005). Pada tahun 2005 juga menjadi bagian dari tim peneliti NDI untuk P2TPD-Bank Dunia tentang pemetaan Participatory Budgeting and Expenditure Tracking di 16 kabupaten di Indonesia. Pekerjaan konsultasi lainnya adalah mengerjakan beberapa riset untuk Pemda DKI dan Pemkab Bengkalis pada 2003-2004.

Menulis buku keuangan daerah berjudul Manual Belanja Penunjang Kegiatan DPRD (2006)serta menyunting beberapa buku. Pada 1997 mengorganisasi, menyunting dan menerbitkan buku berjudul Tidak Tak Terbatas: Kajian tentang Lembaga Kepresidenan RI, topik yang sensitif pada masa akhir pemerintahan Soeharto. Pada 2004 menyunting buku Strategi Clustering dalam Industrialisasi Indonesia dan pada 2006, Industrialisasi serta Pembangunan Sektor Pertanian dan Jasa menuju Visi Indonesia 2030. Buku asing yang dia sunting karya Natalie Mobini Kesheh tentang Kebangkitan Hadhrami di Indonesia (2007). Tulisannya bersama Budi Santoso, Kinerja Pelaksanaan Utang dan Hibah Luar Negeri Implikasinya terhadap Beban Anggaran Negara, dimuat di Jurnal Bisnis dan Ekonomi Politik terbitan INDEF edisi April 2005.

Semasa menjadi salah satu Ketua BEM UGM pada 1994-1995, ia menjadi koordinator Panitia Pengarah Opspek UGM serta berbagai pelatihan kader organisasi pada masa itu. Ia merancang pembentukan jenjang pengkaderan KM-UGM yang mengintegrasikan pelatihan kepemimpinan dari Himpunan Mahasiswa Jurusan sampai tingkat Universitas. Ia juga membentuk Korps Pemandu, yaitu sebuah himpunan yang mengorganisasi - -saat itu terdiri atas hampir 700 orang-- pemandu atau semacam coach untuk semua jenjang pelatihan/pengkaderan di UGM.

Ia percaya benar pada keampuhan kelompok belajar mandiri bagi mahasiswa dan anak-anak muda. Sebagai benang merah hal ini tampak dalam kegiatannya mendirikan berbagai kelompok belajar mandiri. Pada 1996, mengorganisir kelompok kajian politik yang berisikan pimpinan lembaga kemahasiswaan masa itu bernama Pakapolit (Paket Kajian Politik), yang seri pertama diskusinya pada 1996-1997 bertemakan Transisi Demokrasi 1998-2003. Pada tahun itu pula ia mendirikan kelompok lain bernama Kelas Indonesia sebagai salah satu tempat belajar mandiri mahasiswa UGM tentang isu-isu Indonesia dan global. Saat masuk Jakarta pada tahun 2000 untuk menjadi asisten pribadi seorang menteri aktif saat itu, ia terlibat aktif mendirikan Kelas Indonesia Alternatif yang berisikan mantan aktifis berbagai kampus yang sama-sama tinggal di Jakarta kala itu.Sejak 2004 juga mendirikan dan mengembangkan kelas mandiri pengembangan diri untuk teman-teman alumni, dengan konsep Kagama Leadership Program.

Salah satu pengalamannya di pengembangan pendidikan adalah mendirikan dan mengelola lembaga yang fokusnya dalam wilayah irisan pendidikan dan telematika serta fokus dalam mengembangkan sekolah kejuruan di Indonesia.Lembaga itu adalah Yayasan Pengembangan Pendidikan dan Telematika Indonesia yang didirikan pada akhir 2007. Aktifitasnya selama ini melakukan pendampingan di SMKN Tanah Luas di Aceh Utara, SMKN 3 Kelautan di Majene dan SMKN Ngasem di Bojonegoro serta berbagai pelatihan untuk berbagai sekolah di tanah air dengan partner kerja Exxonmobil, Acer Indonesia, Intel Corp dan sebagainya.