Korps Pengajar Muda

Mereka adalah sarjana-sarjana terbaik dari berbagai penjuru tanah air. Mereka terpanggil untuk menjadi Pengajar Muda: ikut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui langkah nyata di bidang pendidikan. Menjadi Pengajar Muda bukanlah pengorbanan. Ini adalah kesempatan sekaligus kehormatan besar untuk mengenal bangsa Indonesia secara langsung dan utuh. Selama setahun di daerah penempatan, mereka mengajar, berinteraksi dan membagi inspirasi.

Zuldiana Azzahra

Perantau dari titik nol kilometer Sumatra ini menyelesaikan study strata satunya di Universitas Muhammadiyah Ponorogo, lulus dengan tidak tepat waktu pada jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Semasa kuliah Zuldiana aktif di beberapa organisasi baik tingkat jurusan sampai Universitas ia juga aktif di kegiatan luar kampus seperti di Kelas Inspirasi Ponorogo, Lembaga Perlindungan Anak juga beberapa gerakan sosial lain. 

Salah satu kesukaanya adalah bertemu dengan orang-orang baru, bertumbuh dan saling menginspirasi, karena untuknya itulah salah satu alasan pada setiap diri untuk selalu berkembang. Karena hal itu pula Zuldiana mengikuti hampir berbagai hal yang menawarkan pertemuan dengan lingkungan-lingkungan baru. Menjadi bagian dari ratusan delegasi Indonesian Youth Dream yang waktu itu mempertemukan pemuda-pemuda dari seluruh nusantara untuk berhimpun dan mengembangkan diri dari impian-impian yang tidak hanya untuk diri tapi juga untuk bangsanya. Ia juga menikmati dunia pergerakan, Zuldiana merupakan salah satu angkatan pertama Aktivis Rumah Peneleh.

Perempuan yang di Jawa disebut orang Lampung dan di Lampung disebut orang jawa ini juga penikmat sastra, sejak masa sekolah ia aktif mengikuti lomba puisi. Beberapa prestasi sempat diraihnya yakni penyaji terbaik puisi mahasiswa se eks karisidenan Madiun, juara kedua event menulis puisi nasional penerbit Oksana Surabaya.

Saat kuliah tingkat akhir sudah membantu menjadi asisten mentor program sertifikasi kewirausahaan dikampusnya, hingga setelah lulus masih melanjutkan menjadi staf program pada pendampingan mahasiswa wirausaha.

Memutuskan menjadi pengajar muda adalah misi penyelamatan niat baik, niat baik yang sudah sekian tahun dibangun. Bertemu, berhimpun dan bertumbuh dengan orang-orang baik untuk melakukan banyak hal baik adalah dambaan selama ini. 

 Kabupaten Aceh Singkil adalah tempat belajar selanjutnya, selama satu tahun kedepan Zuldiana akan membersamai mereka dengan segala harap yang ingin segera ditunaikan.