Korps Pengajar Muda

Mereka adalah sarjana-sarjana terbaik dari berbagai penjuru tanah air. Mereka terpanggil untuk menjadi Pengajar Muda: ikut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui langkah nyata di bidang pendidikan. Menjadi Pengajar Muda bukanlah pengorbanan. Ini adalah kesempatan sekaligus kehormatan besar untuk mengenal bangsa Indonesia secara langsung dan utuh. Selama setahun di daerah penempatan, mereka mengajar, berinteraksi dan membagi inspirasi.

Nur Wahidah Afiatul Ummah

Perempuan kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur ini akrab dipanggil Afi. Tahun 2011, dia merantau ke kota Yogyakarta untuk menempuh studi S1 Fisika di Universitas Negeri Yogyakarta. Tumbuh di keluarga sederhana, orang tuanya selalu mengajarkan agar ia menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Hal inilah yang menjadi pedoman hidupnya untuk selalu memberikan manfaat kepada orang lain walaupun dengan cara sederhana.

Perempuan yang gemar membaca novel ini mengasah kemampuan organisasi dan kepemimpinannya dari berbagai aktivitas ekstra kampus yang ia ikuti. Namun ia lebih terfokus pada organisasi bidang jurnalistik. Pada tahun 2015, ia pernah mendapatkan kesempatan untuk melakukan peliputan SIRNAS Bulutangkis yang diselenggarakan oleh Djarum Foundation dan Tabloid Bola. Selain itu ia juga pernah bergabung dengan komunitas ‘Swara Kampus’ yang dikelola oleh koran Kedaulatan Rakyat Yogyakarta dan diberikan kesempatan sebagai reporter lepas. Baginya, menulis adalah cara terbaik untuk mulut yang terbungkam.

Semasa kuliah, ia pernah menjadi Asisten Laboratorium Fisika Dasar. Sedangkan pasca lulus kuliah dan sebelum bergabung di Indonesia Mengajar, ia bekerja pada sebuah lembaga penelitian ‘SurveyMeter’ sebagai Asisten Lapangan. Bekerja di lapangan dan beberapa kali ditugaskan di daerah terpencil membuatnya banyak berinteraksi dengan berbagai macam latar belakang masyarakat, dan timbul kesadaran bahwa ia belum memiliki kontribusi apapun bagi negri ini. Mengabdikan diri pada Indonesia dengan menjadi Pengajar Muda adalah salah satu harapan yang ingin dicapainya. Ia ingin berbagi berbagai hal dan membersamai anak-anak dalam menyemai mimpi-mimpi mereka. Dengan satu tahun ditempatkan di daerah terdepan, terdalam, dan terluar Indonesia, Afi yakin akan belajar banyak hal, salah satunya adalah belajar tentang hidup.