Korps Pengajar Muda

Mereka adalah sarjana-sarjana terbaik dari berbagai penjuru tanah air. Mereka terpanggil untuk menjadi Pengajar Muda: ikut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui langkah nyata di bidang pendidikan. Menjadi Pengajar Muda bukanlah pengorbanan. Ini adalah kesempatan sekaligus kehormatan besar untuk mengenal bangsa Indonesia secara langsung dan utuh. Selama setahun di daerah penempatan, mereka mengajar, berinteraksi dan membagi inspirasi.

Muhammad Iqbal Faishal

Dia adalah Muhammad Iqbal Faishal yang lahir di dataran tinggi Dieng, negeri atas awan. Anak berdarah jawa tulen ini merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Keseharian dan mayoritas keluarganya yang merupakan petani membuatnya tertarik untuk mendalami ilmu keteknikan pertanian di Universitas Gadjah Mada. Saat ini dia diberi amanah untuk menjadi Pengajar Muda di Distrik Pepera, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Dengan latar belakang MA di Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta, dia terbentuk menjadi sosok yang suka dengan kegiatan pendidikan dan sosial. Terbukti dia telah memulai kegiatan sosialnya sejak berada di kelas 2 MA untuk bertolak ke kabupaten paser di Kalimantan timur sana. Selain itu, dia cukup aktif berorganisasi maupun berkegiatan di kampus, terhitung BEM, kelompok studi hingga marching band pernah dia ikuti. Di tahun 2015, dia berkesempatan untuk menjadi juara 2 Wirausaha Sosial Mandiri dengan membantu memberdayakan masyarakat Turi, Sleman untuk proses diversifikasi pangan, khususnya buah salak. Kegiatan di ranah pelajar pun tak luput dari kesehariannya. 4 tahun di bangku kuliah dia gunakan untuk mengabdikan diri sebagai upaya menigkatkan kualitas pendidikan sekolah muhammadiyah di kabupaten sleman yang notabene merupakan sekolah cadangan ketika siswa gagal mendaftar di berbagai sekolah negeri maupun swasta lainnya.

Kecintaannya pada dunia pendidikan dan sosial selalu ingin ditumbuhkan untuk menebar kebermanfaatan seluas-luasnya. Terhitung sejak tahun 2013 saat pertama kali bertemu pak Anies Baswedan, dia merasa Indonesia Mengajar merupakan wadah yang pas dan sesuai dengan karakternya dalam mengaktualisasikan kecintaan serta cita-citanya. Dengan ikut-sertanya menjadi PM XVII ini semoga menjadi ladang amal dan lumbung ilmu serta bersama-sama mewujudkan cita-cita Indonesia Mengajar.