Korps Pengajar Muda

Mereka adalah sarjana-sarjana terbaik dari berbagai penjuru tanah air. Mereka terpanggil untuk menjadi Pengajar Muda: ikut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui langkah nyata di bidang pendidikan. Menjadi Pengajar Muda bukanlah pengorbanan. Ini adalah kesempatan sekaligus kehormatan besar untuk mengenal bangsa Indonesia secara langsung dan utuh. Selama setahun di daerah penempatan, mereka mengajar, berinteraksi dan membagi inspirasi.

Muhamad Arif Ginanjar (Arif)

Muhamad Arif Ginanjar adalah seorang Penyandang gelar Majelis Sabuk Hitam Karate, dia adalah anak pertama dari dua bersaudara yang biasa dipanggil Arif. Semenjak masa SMA, dirinya sudah menjadi atlet yang prestasinya terus melejit sampai masa kuliah. Setelah menyelesaikan studinya di Jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) – Universitas Pendidikan Indonesia, dia sering dikira Sarjana Pertanian dan Perikanan oleh masyarakat. Itu karena pasca lulus kuliah dia memfokuskan diri pada dua bidang tersebut.

Fokusnya tersebut tak membuatnya meninggalkan bidang keahliannya, pendidikan. Dengan membuat konten – konten mengenai dunia perikanan dan pertanian di  youtube channel, dia mencoba mengedukasi masyarakat. Strategi tersebut banyak diapresiasi oleh pelaku dunia perikanan dan pertanian. Tidak hanya hal tersebut, dia juga membuka kelas bahasa inggris untuk siswa – siswi di lingkungannya yang bahkan beberapa kelasnya dibuka secara gratis.

Memutuskan menjadi Petani pada saat itu menurutnya wujud dari idealisme. Tak heran memang karena semenjak masa kuliah dirinya sering sekali bersentuhan langsung dengan masyarakat kurang beruntung karena keaktifannya di organisasi kampus maupun non-kampus. 

Pada sekitar tahun 2012, dia melakukan gebrakan di dunia pendidikan nonformal. Saat itu dia menginisiasi gerakan untuk membubarkan Jurusan PLS dengan cara memobilisasi mahasiswa – mahasiswa PLS di Indonesia karena alasan ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Isu di drop outdari kampusnya bukan sekali dua kali dia dengar namun dirinya teguh memperjuangkan gagasan yang dibawanya. Ujung masa kuliah merupakan masa klimaks perjuangannya di kampus karena dia berhasil melakukan penelitian yang secara konseptual dapat menjadi representasi dari apa yang dia perjuangkan saat itu.

Dirinya menjadi Pengajar Muda angkatan 17 dan ditugaskan di Kab. Kepulauan Yapen. Menurutnya menjadi Pengajar Muda merupakan bentuk konsistensi untuk memperjuangkan pendidikan di Indonesia. Dirinya ingin menyebarkan virus haus akan belajar karena hakikat pendidikan menurutnya adalah untuk semua orang dan sepanjang hayat.