Korps Pengajar Muda

Mereka adalah sarjana-sarjana terbaik dari berbagai penjuru tanah air. Mereka terpanggil untuk menjadi Pengajar Muda: ikut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui langkah nyata di bidang pendidikan. Menjadi Pengajar Muda bukanlah pengorbanan. Ini adalah kesempatan sekaligus kehormatan besar untuk mengenal bangsa Indonesia secara langsung dan utuh. Selama setahun di daerah penempatan, mereka mengajar, berinteraksi dan membagi inspirasi.

Metri Wulandari

Metri Wulandari merupakan seorang lulusan Perencanaan Wilayah Kota Universitas Gadjah Mada tahun 2016. Ia seorang yang passionate pada dunia seni dibuktikan dengan berbagai organisasi yang diikutinya semasa kuliah seperti Vocal Grup HMT-PWK, Klub Tari Tradisional Aceh HMT-PWK dan komunitas fotografi Yogyakarta. Bahkan Klub Tari Tradisional Aceh mampu mengantarkan mimpinya untuk menginjakkan kaki di bumi Eropa.

Selain kecintaannya di dunia seni, Metri juga aktif dalam kegiatan kerelawanan dan kepemudaan pada komunitas Indonesia Youth in Action (IYA!), Dreamdelion Yogyakarta dan Komunitas Langit. Ia juga tergabung dalam kegiataan kepemudaan dikancah global yaitu Young South East Asean Leader Initiative (YSEALI) di bawah nauangan kedutaan besar Amerika. Di YSEALI, Metri memiliki social project bernama Young Compass Leadership Program yang membantu para pemuda di daerah pelosok untuk menemukan passion, informasi seputar lapangan kerja dan pembekalan kemampuan kepemimpinan serta presentasi professional agar mampu bersaing dalam dunia kerja.

Ia rela melepas pekerjaannya sebagai Tenaga Ahli Perencanaan Wilayah pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat demi mengambil peran sebagai Pengajar Muda dan berkontribusi untuk perubahan dunia pendidikan di Indonesia. Ia percaya bahwa masa depan negara ini bergantung pada kualitas generasi muda yang akan datang.

Dengan kesempatan menjadi Pengajar Muda, Metri yakin akan menemukan, berkontribusi Sdan menjadi saksi lahirnya generasi yang berjiwa pemimpin yang berasal dari pelosok. Ia juga berharap dapat lebih memahami permasalahan dalam suatu komunitas/masyarakat dimana nantinya dapat menguatkan keputusan-keputusannya dalam membuat kebijakan yang pro rakyat apabila nantinya kembali bekerja di birokrasi pemerintahan.