Korps Pengajar Muda

Mereka adalah sarjana-sarjana terbaik dari berbagai penjuru tanah air. Mereka terpanggil untuk menjadi Pengajar Muda: ikut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui langkah nyata di bidang pendidikan. Menjadi Pengajar Muda bukanlah pengorbanan. Ini adalah kesempatan sekaligus kehormatan besar untuk mengenal bangsa Indonesia secara langsung dan utuh. Selama setahun di daerah penempatan, mereka mengajar, berinteraksi dan membagi inspirasi.

Meta Yulistia (META)

Meta panggilan akrabnya, seorang dara Melayu yang lahir di negeri lancang kuning Riau, tepatnya di Teluk Kuantan. Lulusan pendidikan kimia UniversitasRiau(UR) ini adalah anak pertama dari empat bersaudara. Menyelesaikan studi sarjana di Universitas Riau dengan spesialisasi jurusan pendidikan kimia. Semasa kuliah, ia mengikuti berbagai organisasi. Hal tersebut banyak sekali mempengaruhi dan mengasah kemampuannya bersosialisasi, membangun jiwa kepemimpinan, keberanian dan membangun inisistif-inisiatif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan kehidupan. 

2014, merupakan tahun bersejarah dalam hidupnya dan merubah cara pandang terhadap dunia. Tahun tersebut merupakan tahun dimana ibunya mengalami kecelakaan dan meninggal dunia. Banyak hal yang ia renungkan sejak saat itu, "hidup hanya sementara, hanya titipan dari sang pencipta, entah kapan nyawa ini akan dijemput-Nya”. Meta ingin sisa waktu yang di punya, bermanfaat besar bagi banyak orang. 

2015, ia berkesempatan menginjakkan kaki di daerah paling timur Indonesia, di kabupaten Jayawijaya, Papua. Meta berhasil lolos seleksi Kemenristekdikti sebagai guru di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (SM3T)dan mengabdikan diri di sana selama satu tahun. Pada tahun 2018, ia berhasil menyandang gelar “Gr” setelah lulus Profesi Pendidikan Guru (PPG). Sekarang ia menyibukkan diri mempelajari sekaligus menerapkan metode mengajarkan membaca efektif dan menyenangkan disebuah lembaga pendidikan. Berdasarkan pengalaman semasa di Papua, membaca merupakan masalah besar. Padahal melalui membacalah kita dapat mempelajari banyak hal yang ada di dunia.

Berkesempatan menjadi Pengajar Muda, ia ingin berkontribusi membangun pendidikan Indonesia yang tidak hanya melahirkan generasi emas yang berwawasan luas, memiliki daya saing, tapi juga melahirkan generasi emas yang memiliki kemandirian untuk membangun Indonesia dengan ketulusan hatinya.

Connect