Korps Pengajar Muda

Mereka adalah sarjana-sarjana terbaik dari berbagai penjuru tanah air. Mereka terpanggil untuk menjadi Pengajar Muda: ikut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui langkah nyata di bidang pendidikan. Menjadi Pengajar Muda bukanlah pengorbanan. Ini adalah kesempatan sekaligus kehormatan besar untuk mengenal bangsa Indonesia secara langsung dan utuh. Selama setahun di daerah penempatan, mereka mengajar, berinteraksi dan membagi inspirasi.

Fransiska Sabu Wolor

Perempuan kelahiran Palu ini suka bertemu dan berinteraksi dengan berbagai orang.  Nona, begitu sapaan akrab kerabat dekatnya, lulus dari Fakultas Kehutanan Unhas. Masa kuliah dihabiskannya dengan menuai ilmu di Penerbitan Kampus identitasUnhas. Menjadi wartawan kampus, membawanya melihat berbagai elemen kehidupan beserta gejolaknya. 

Tak hanya itu, Ia juga suka hidup dalam tantangan. Menjadi anggota Pandu Alam Lingkungan Unhas, dara Flores-Ternate ini ikut bertualang menjelajah hutan, gunung, gua dan tebing. Pengalaman bertualang mengantarnya menjadi tim lapangan untuk penelitian kehidupan beberapa jenis satwa liar.  

Kecintaannya terhadap dunia pendidikan, muncul saat melihat perilaku tidak adil yang dialami anak-anak penganut Ahmadiyah di Lombok dari guru dan teman-temannya. Selain itu, ia juga ikut menjadi relawan Sikola Inspirasi Alam di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Di lingkungan gereja, Ia mencintai anak-anak dengan menjadi guru sekolah minggu. Penting baginya untuk mengantar anak-anak tidak hanya meraih cita-cita dengan usaha sendiri, tapi tetap mengandalkan Tuhan.

Nona percaya ke manapun kakinya melangkah, selalu saja akan bertemu dengan orang baik. Ia tidak ingin senyum bahagia dari anak-anak sirna. Selama satu tahun, ia akan belajar bersama masyarakat Dayak Agabag dan mengukir senyum anak-anak di SDN 002 Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan.