Korps Pengajar Muda

Mereka adalah sarjana-sarjana terbaik dari berbagai penjuru tanah air. Mereka terpanggil untuk menjadi Pengajar Muda: ikut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui langkah nyata di bidang pendidikan. Menjadi Pengajar Muda bukanlah pengorbanan. Ini adalah kesempatan sekaligus kehormatan besar untuk mengenal bangsa Indonesia secara langsung dan utuh. Selama setahun di daerah penempatan, mereka mengajar, berinteraksi dan membagi inspirasi.

Fitriana

Gadis berdarah Bugis asal Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan ini akrab disapa Fitri dan merupakan anak kedua dari lima bersaudara. Beliau adalah alumni Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar angkatan 2012.

Mengambil program kependidikan karena bercita-cita ingin menjadi tenaga pendidik. Selain kuliah, ia bergabung dan aktif di UKM Pramuka dan Paduan Suara Mahasiswa UNM. Melalui dua UKM tersebut ia dapat menyalurkan minat bakatnya dan belajar banyak hal serta pernah mengambil peran menjadi pengurus di dua UKM tersebut. Ia juga merupakan penerima beasiswa Bidikmisi sekaligus pengurus di IKBIM UNM (Ikatan Keluarga Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Makassar tahun 2015).

Sejak di bangku SMA hingga sekarang, perempuan yang hobi mendaki ini telah banyak melibatkan diri pada kegiatan sosial maupun pendidikan, terlibat dalam organisasi, kegiatan lomba dan beberapa kegiatan kepanitaan lainnya. Beberapa diantaranya aktivitas beliau semasa lulus kuliah yaitu menjadi guru ekskul Pramuka dan guru ekskul majalah dinding di beberapa sekolah swasta di Kota Makassar, menjadi gurus les private, mentor Bahasa Inggris, pemandu outbond, dan ikut terlibat dalam kegiatan volunteering.

Ia mulai mengenal Gerakan Indonesia Mengajar saat kuliah di semester akhir yaitu tahun 2016 dan mencoba mendaftarkan diri di pertengahan tahun 2018 untuk angkatan 17. Menjadi bagian dari Indonesia Mengajar sebagai Pengajar Muda adalah salah satu mimpi terbesanya. Berbekal ilmu pengetahuan, pengalaman hidup dan keterampilan menjadikan Fitri antusias dan optimis menjadi bagian dari proses kemajuan pendidikan Indonesia melalui program Indonesia Mengajar. Hidup adalah belajar, dan mengajar adalah terus belajar merupakan prinsip dan keyakinannya