Korps Pengajar Muda

Mereka adalah sarjana-sarjana terbaik dari berbagai penjuru tanah air. Mereka terpanggil untuk menjadi Pengajar Muda: ikut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui langkah nyata di bidang pendidikan. Menjadi Pengajar Muda bukanlah pengorbanan. Ini adalah kesempatan sekaligus kehormatan besar untuk mengenal bangsa Indonesia secara langsung dan utuh. Selama setahun di daerah penempatan, mereka mengajar, berinteraksi dan membagi inspirasi.

Etik Siswanti (Etik)

Etik Siswanti, gadis yang akrab disapa Etik ini lahir di Jombang, Jawa Timur. Kecintaannya pada ilmu kebumian sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) kemudian mendorongnya untuk melanjutkan studi Srata Satu di Jurusan Geografi Ilmu Lingkungan, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada.

Etik sangat tertarik pada bidang kepenulisan ilmiah sehingga ia aktif untuk mengikuti beberapa kompetisi Karya Tulis Ilmiah (KTI). Ia pernah menjadi Juara 1 pada kompetisi GEOS (Geo-Environment Student Challenge)  pada tahun 2013 dan 2014, Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional yang diselenggarakan oleh IMAHAGI (Ikatan Mahasiswa Geografi Indonesia) pada tahun 2013, dan Program Kreativitas Mahasiswa Artikel Ilmiah (PKM-AI)-nya pernah didanai oleh Kementerian Ristek Dikti pada tahun 2014 dan 2015.

Sebelum bergabung di Indonesia Mengajar, Etik sempat bekerja sebagai Tenaga Pendukung Teknis Geografi Fisik di Badan Informasi Geospasial (BIG) selama 1,5 tahun. Saat bekerja di BIG itulah, ia mampu menginjakkan kakinya ke berbagai penjuru Tanah Air. Dari perjalanannya tersebut Etik memahami bahwa setiap wilayah di Indonesia memiliki bentanglahan dan bentang budaya yang unik dan beragam sehingga pengelolaan wilayahnya pun berbeda-beda. 

Selain itu, pengalamannya menjadi bagian dari Himpunan Jurusan Geografi Lingkungan (EGSA), BEM KM Fakultas Geografi, KAMADIKSI UGM, dan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kab. Kepulauan Sangihe, Prov. Sulawesi Utara mengajarkannya bahwa ia harus menjadi seorang pembelajar yang siap terinspirasi dan menginspirasi. Kedua hal tersebut kemudian mendorong Etik untuk bergabung menjadi Pengajar Muda XVII. Pada akhirnya, takdir Tuhan membawa Etik untuk menyulam asa dan rasa di SD Inpres Lekokadai, Ds. Lekokadai, Kec. Mangoli Barat, Kab. Kepulauan Sula, Prov. Maluku Utara.