Korps Pengajar Muda

Mereka adalah sarjana-sarjana terbaik dari berbagai penjuru tanah air. Mereka terpanggil untuk menjadi Pengajar Muda: ikut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui langkah nyata di bidang pendidikan. Menjadi Pengajar Muda bukanlah pengorbanan. Ini adalah kesempatan sekaligus kehormatan besar untuk mengenal bangsa Indonesia secara langsung dan utuh. Selama setahun di daerah penempatan, mereka mengajar, berinteraksi dan membagi inspirasi.

Dianti Wulandari

Dianti adalah sapaan akrab untuk gadis bernama lengkap Dianti Wulandari ini.Dia lahir dan
dibesarkan di Muara Teweh,salah satu kabupaten di pulau Borneo yang terkenal dengan kelapa
sawitnya.Namun sekarang,Dianti telah resmi menjadi “cah Nggalek”.
 
Dianti melanjutkan pendidikan sarjananya di Universitas Negeri Malang dengan konsentrasi di
bidang Pendidikan Biologi.Hal ini membuat jiwanya sebagai penggiat pendidikan telah terlihat
sejak kuliah,ditunjukkan dengan keaktifannya dalam mengikuti berbagai kegiatan yang berkaitan
dengan pendidikan ataupun sains.Selain aktif di berbagai kegiatan organisasi HMJ dan padatnya
rutinitas praktikum di laboratorium,ataupun menghadiri seminar/workshop pendidikan sains
tingkat universitas ataupun nasional,Dianti juga sibuk mengaplikasikan pengetahuannya dengan
bekerja part-time sebagai tutor sejak semester 4,sehingga mengajar sudah menjadi bagian dalam
hidupnya.Dianti memiliki pengalaman sebagai salah satu pembicara dalam Seminar Nasional
bertema Biodiversitas Tropis dimana dia mempublikasikan karya ilmiahnya. Setelah
menyelesaikan studi, Dianti terus melanjutkan perjuangan untuk mengajar di berbagai bimbingan
belajar baik di Malang ataupun Trenggalek.Dianti juga merintis Rumah Baca dan Belajar di
desanya,Tumpuk. Tidak terbatas pada bidang pendidikan,Dianti juga berpartisipasi dalam
Program Keluarga Sehat di Puskesmas Trenggalek,bekerja di Badan Pengelolaan Pendapatan
Daerah Muara Teweh,dan kontributor dalam media sains sebagai penulis artikel.
 
Bergabung sebagai Pengajar Muda adalah harapan Dianti untuk terus berjuang pada pendidikan
Indonesia.Dianti sadar masih ada gap pendidikan antara kota dan desa,sehingga dia berkomitmen
untuk bisa sebagai jembatan dalam kesenjangan itu. Setiap anak memiliki potensi,setiap anak
berhak bermimpi. Dianti ingin melunaskan kemerdekan dengan berbagi impian kepada adik-adik
di daerah 3T untuk tetap semangat mendobrak segala keterbatasan dan melakukan lompatan-
lompatan untuk mencapai impian.

Connect