Korps Pengajar Muda

Mereka adalah sarjana-sarjana terbaik dari berbagai penjuru tanah air. Mereka terpanggil untuk menjadi Pengajar Muda: ikut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui langkah nyata di bidang pendidikan. Menjadi Pengajar Muda bukanlah pengorbanan. Ini adalah kesempatan sekaligus kehormatan besar untuk mengenal bangsa Indonesia secara langsung dan utuh. Selama setahun di daerah penempatan, mereka mengajar, berinteraksi dan membagi inspirasi.

Desty Arum Sasi

Biasa dipanggil Sasi, perempuan yang telah menjadi guru MTs dan SMA ini sebenarnya bukanlah lulusan ilmu kependidikan. Sewaktu SMA dia belajar di jurusan IPA serta menjadi finalis Olympiade Astronomi dan Olympiade Geologi, ia justru melanjutkan studi strata-1 di Prodi Akuntansi, Universitas Islam Indonesia. 

Setelah aktif dalam kegiatan organisasi di desa, SMP, SMA hingga kuliah, Sasi jutru tertarik di bidang pendidikan setelah lulus kuliah. Kebahagiaannya ketika membersamai anak-anak belajar tersebut ia lanjutkan setelah lulus kuliah dengan membentuk kegiatan belajar kelompok untuk anak-anak di sekitar rumahnya. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk mengajar di salah satu yayasan pondok pesantren di Temanggung. Tidak tanggung-tanggung, ia mengajar di tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs), SMA, Kejar Paket B, dan Kejar Paket C untuk mata pelajaran IPS dan Ekonomi.

Selama di pondok pesantren, ia senang melihat anak-anak bisa belajar agama tanpa meninggalkan pendidikan formal di sekolah. Bahkan kesadaran pendidikan yang cukup tinggi terlihat dari semangat belajar bersama peserta didik di kelas Paket B dan Paket C. Akan tetapi, ia merasa pendidikan di Indonesia begitu timpang jika mengingat kesadaran pendidikan di daerah terpencil yang kabarnya masih sangat kurang. Karena itulah, ia memutuskan untuk mengabdi jadi Pengajar Muda.

Selama setahun kedepan, Sasi akan tumbuh belajar dan terinspirasi bersama tujuh kawannya di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, terutama siswa-siswi di SD YPK Solagratia, Marau, Distrik Yapen Barat.

Connect