Korps Pengajar Muda

Mereka adalah sarjana-sarjana terbaik dari berbagai penjuru tanah air. Mereka terpanggil untuk menjadi Pengajar Muda: ikut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui langkah nyata di bidang pendidikan. Menjadi Pengajar Muda bukanlah pengorbanan. Ini adalah kesempatan sekaligus kehormatan besar untuk mengenal bangsa Indonesia secara langsung dan utuh. Selama setahun di daerah penempatan, mereka mengajar, berinteraksi dan membagi inspirasi.

Ajeng Septiana Widianingrum

Ajeng, sulung dari dua bersaudara ini lahir dan besar di Temanggung, Jawa Tengah. Gadis berdarah Jawa ini menamatkan pendidikan sarjana di Fakultas Psikologi, Universitas Gadjah Mada pada bulan Mei 2012.

Semasa kuliah, Ajeng aktif mengikuti berbagai organisasi. Di fakultas, Ajeng tergabung dalam kegiatan mahasiswa bidang teater dan musik, namun lebih aktif dalam tim musik. Ajeng pernah tercatat sebagai mahasiswa magang program Apprentice ECC-UGM, di samping sering menjadi staf rekrutmen lepas untuk beberapa perusahaan besar. Ajeng juga tercatat sebagai staf di sebuah radio swasta di Yogyakarta. Gadis ini pun pernah merantau jauh ketika menjadi staf rekrutmen sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang manufaktur otomotif. 

Pada saat terjadi bencana erupsi Gunung Merapi, Ajeng bersama dengan teman-temannya menginisiasikan diri sebagai relawan keliling yang bergerak dari satu posko ke posko lain untuk memberikan bantuan berupa dukungan sosial kepada anak-anak, wanita, dan warga lanjut usia.

Rasa syukur atas pencapaiannya membuat Ajeng memutuskan meninggalkan zona nyaman demi bergabung dengan Indonesia Mengajar. Ajeng meyakini bahwa dengan mengajar, ia juga akan belajar banyak hal baru yang akan menginspirasinya seumur hidup. Ajeng ditugaskan di SDN 01 Labuan Kananga, Kabupaten Bima, NTB tahun 2014-2015.

Connect