Korps Pengajar Muda

Mereka adalah sarjana-sarjana terbaik dari berbagai penjuru tanah air. Mereka terpanggil untuk menjadi Pengajar Muda: ikut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui langkah nyata di bidang pendidikan. Menjadi Pengajar Muda bukanlah pengorbanan. Ini adalah kesempatan sekaligus kehormatan besar untuk mengenal bangsa Indonesia secara langsung dan utuh. Selama setahun di daerah penempatan, mereka mengajar, berinteraksi dan membagi inspirasi.

Aghnia Mega Safira

'Life enthusiast' adalah sebuah frasa yang dapat menggambarkan gadis hobi jalan, menulis, dan fotografi lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret ini.  Mantan Ketua Divisi Kreatif Radio Kampus FiestA FM dan mantan penyiar Radio PTPN FM Solo ini kini mulai menemukan cintanya di dunia pendidikan dan pengembangan masyarakat.

 

Pada tahun 2013, Mega menjadi salah satu finalis lomba essay ABAC Writing Competition dan berkesempatan mengikuti APEC CEO Summit di Bali. Tahun yang sama, ia juga magang sebagai junior strategic planner Advertising Agency multinasional, Lowe Indonesia. Mega juga merupakan Kepala Sekolah Akademi Berbagi Solo periode 2012-2013. Ketiga pengalaman tersebut membuatnya paham kalau dunia dipenuhi orang siap bersaing, dan  ia ingin setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk memiliki kompetensi global. 

 

Mega jatuh cinta pada GIM karena nilai kasih sayang dan pendidikan karakter merupakan salah satu nilai utama perjuangan ini. Menurut Mega, apabila semua orang melakukan pekerjaan dengan hati, tidak akan ada orang yang curang, tidak ada pejabat makan uang rakyat yang jauh lebih tidak mampu dibanding dirinya. Mega juga percaya, mengobrol adalah salah satu anugerah Tuhan yang paling ajaib karena hal ini membuat manusia saling mengisi dan belajar. Selama setahun, 2015-2016, Mega mendapat kesempatan untuk “mengobrol” bersama anak-anak dan masyarakat SD N Tambora, Kabupaten Bima.

 

Connect