Mei
02

Ada kalanya kita bukan hanya ingin bergerak untuk kesenangan pribadi. Kadang kita merasa perlu bergerak untuk hal di luar diri, untuk negeri. Bisa jadi untuk aktualisasi. Bisa karena murni ingin berkontribusi. Namun, sudah sejauh mana kita memahami negeri sendiri?

Menjadi Pengajar Muda berarti menginvestasikan waktu bukan cuma untuk diri sendiri, tapi juga untuk mereka di penjuru negeri. Memilah dan memilih ruang yang paling pas untuk diri karena sebenarnya ruang untuk berbagi tidak pernah benar-benar habis. Bergerak sekaligus diam untuk mencerna dan belajar kembali.

Berani gabung dengan masyarakat dan para penggerak pendidikan untuk mendorong kemajuan pendidikan di daerah?

“Indonesia Mengajar bukan mengirimkan orang untuk menjadi superhero yang menyelesaikan segala tantangan di daerah. Indonesia Mengajar memberi ruang bagi pemuda-pemudi Indonesia untuk memahami negeri sendiri. Melalui pengiriman Pengajar Muda diharapkan dapat membentuk jejaring pemimpin berwawasan global yang memahami dan dapat melihat melalui perspektif akar rumput sebagai investasi untuk masa depan Indonesia.” (Haiva Ratu Muzdaliva, Managing Director Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar).

“Setahun jadi Pengajar Muda itu buat aku punya bekal yang bisa aku terus-menerus. Aku berpegang pada value bahwa semua yang kita kerjakan punya impact ke khalayak. Sehingga pengalaman ketika aku di penempatan itu bisa jadi semacam peluit untuk tetap berjalan lurus.” (Dhini Hidayati, Pengajar Muda III Kabupaten Bengkalis, Head of Collaboration Kumparan.com)

Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, Indonesia Mengajar kembali mengajakmu untuk berkontribusi. Mari #Ikutbekerja meningkatkan kemajuan pendidikan mulai dari penjuru negeri dengan jadi Pengajar Muda Angkatan XIX!

Daftar melalui bit.ly/DAFTARPM19 atau kunjungi indonesiamengajar.org, #BERAN19ABUNG?


21 Komentar
Tinggalkan komentarmu

Belum punya akun? Daftar sekarang!