Jun
10

Daerah penempatan Pengajar Muda di Kab. Maluku Tenggara Barat, lokasinya dapat ditempuh dengan pesawat selama dua jam dari Ambon menuju Saumlaki, ibukota kabupaten ini yang terletak di pulau Yamdena. Sementara, untuk sampai di daerah penempatan, diperlukan perjalanan lanjutan antara 2 – 12 jam dari Saumlaki, dan hampir seluruhnya melalui laut. 

Untuk ke beberapa daerah penempatan, transportasi laut hanya tersedia dua kali dalam seminggu dari Saumlaki. Pengajar Muda bertugas di tujuh SD di lima kecamatan dari sepuluh kecamatan yang ada dan terletak di lima pulau yang berbeda. Perjalanan laut antar daerah penempatan akan melewati banyak pulau tak berpenghuni dan pemandangan laut yang luar biasa indahnya. Baru satu daerah penempatan saja yang terjangkau oleh sinyal telepon. Sementara, ketersediaan listrik dengan generator hanya ada pada malam hari.

Daerah penempatan Pengajar Muda berada di pesisir yang bersuhu rata-rata panas. Sebagian besar pekerjaan penduduk di sana adalah sebagai nelayan dan petani rumput laut.  Dari lima rumpun bahasa yang ada di Maluku Tenggara Barat, bahasa yang biasa digunakan oleh sebagian besar masyarakat adalah bahasa Indonesia dan bahasa Fordata (bahasa tertua di Kep. Yamdena). Penduduk di Maluku Tenggara Barat berasal dari suku Tanimbar, Molu, Seram, Buton, dan Bugis  dengan mayoritas masyarakat beragama Kristen. Masyarakat di Maluku Tenggara Barat sangat terbuka dengan pendatang.

Pengajar Muda Kabupaten Maluku Tenggara Barat

  1. Arum Puspitarini Darminto (SDK Werain, Selaru)
  2. Bartolomeus Bagus Praba K. (SDK Adodo Molo, Molo Maru)
  3. Dedi Kusuma Wijaya (SDK Wadankau, Molo Maru)
  4. Diastri  Satriantini (SDK Lumasebu, Kormomolin)
  5. Matilda Narulita (SDK Lamdesar Barat, Tanimbar Utara)
  6. Ratih Diasari (SDN Inpres 2 Adaut, Selaru)
  7. Sandra  Prasetyo (SDN Inpres Labobar, Wuar Labobar)

 

Kembali ke Daerah Penempatan »


1 Komentar
Tinggalkan komentarmu

atau login dengan akunmu:

Belum punya akun? Daftar sekarang!