10
Meskipun berada di Jawa, jangan bayangkan akses pendidikan di Lebak sangat mudah. Keenam SD, di mana Indonesia Mengajar beraktivitas di anten ini, berada di tempat-tempat yang sulit dijangkau. Beberapa harus dicapai dengan 1,5 hingga 2 jam perjalanan sepeda motor melalui jalan yang berbatu dan berlumpur ketika hujan. Ada pula SD yang berada di puncak bukit.
Untuk bisa mencapai kabupaten Lebak, tidak diperlukan pesawat terbang atau pesawat perintis. Hanya diperlukan mobil atau sepeda motor dengan ketahanan tinggi yang dipadu dengan tingkat kepiawaian menyetir yang memadai.
Mata pencaharian kebanyakan penduduk di kabupaten Lebak adalah bertani sawah tadah hujan, selain beternak kambing. Daerah ini juga terkenal dengan kebudayaan Sunda Wiwitan (catatan: daerah Lebak menggunakan bahasa Sunda “agak kasar” sebagai bahasa pengantar sehari-hari). Listrik di Lebak dipasok oleh PLN secara kontinyu, namun masih ada beberapa daerah yang belum terjamah listrik sama sekali,sehingga penduduknya masih mengandalkan lampu minyak sebagai alat penerangan di waktu malam. Sinyal telepon dan GPRS pun masih sulit. Sejauh ini hanya satu provider GSM yang bisa diakses.
Pengajar Muda Kabupaten Lebak
- Astuti Kusumaningrum (SDN 2 Mayak, Curug Bitung)
- Eko Budi Wibowo (SDN 2 Pasir Haur, Cipanas)
- Indarta Kuncoro Aji (SDN 1 Sangiang Jaya, Cimarga)
- Medha Ardiana Gustantinar (SDN 1 Lebak Situ, Lebak Gedong)
- Nur Wahidah (SDN 1 Mekarwangi, Muncang)
- Siti Muthmainnah (SDN 1 Margaluyu, Sajira)
Kembali ke Daerah Penempatan »

6 Komentar
Ananditya Gustiani
eliyani rahmawati dani
Fatimah Trida Hayanti
Farah Humairo
Agung Bhakti Rimbawan
PANJI HIDAYAT
Tinggalkan komentarmu