Des
26

Setahun telah berlalu dan Pengajar Muda Angkatan XV telah kembali ke Jakarta pada Selasa, 4 Desember 2018 lalu. Mereka telah menjalankan tugasnya di daerah penempatan masing-masing, yaitu Kabupaten Nunukan (Provinsi Kalimantan Utara), Kabupaten Aceh Singkil (Provinsi Aceh), Kabupaten Natuna (Provinsi Kepulauan Riau), Kabupaten Pegunungan Bintang (Provinsi Papua), Kabupaten Kepulauan Sula (Provinsi Maluku Utara).

 

Setiba di Jakarta, 40 orang Pengajar Muda mengikuti program Orientasi Pasca Penugasan (OPP) Pengajar Muda Angkatan XV yang telah dilaksanakan pada hari Rabu, 5 Desember 2018 hingga Sabtu, 8 Desember 2018 lalu. Program ini diadakan untuk melakukan refleksi bersama atas hasil yang sudah dicapai dalam penugasan, sekaligus memberi kesempatan bagi para Pengajar Muda untuk menyusun rencana besar pribadi selanjutnya, serta untuk berjejaring lebih luas lagi.

 

Salah satu aktivitas yang dilakukan untuk memperluas jejaring Pengajar Muda Angkatan XV pada saat Orientasi Pasca Penugasan (OPP) adalah company visit ke GO-JEK Head Quarter Office yang terletak di Pasaraya Blok M, pada hari Senin, 10 Desember 2018 lalu. Pengajar Muda Angkatan XV bersama beberapa teman dari Kantor Indonesia Mengajar berkunjung untuk melihat dan mengetahui lebih dalam tentang perusahaan transportasi online yang telah memberi pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat Indonesia dari sejak mereka meluncurkan aplikasi mobile berbasis Android dan IOS di awal Januari 2015.

 

Sejumlah komentar positif terlontar dari mulut teman-teman yang berkesempatan untuk berkunjung, namun satu hal yang disebut berulang-ulang adalah “millennial banget!”. Dalam sebuah artian positif, kata “millennial” yang terucap mengarah pada bagaimana interior design dan ambience sampai dengan ke sistem kerja para karyawan di GO-JEK Head Quarter Office, terlihat dan terasa santai, namun tetap efektif dan efisien. Bermacam fasilitas seperti gym, sauna, kamar untuk bersantai, dan games area memberikan kesempatan bagi para karyawan untuk menghilangkan lelah sejenak saat office hour. Sistem kerja pun terlihat sangat time-efficient, dimana hampir semua perihal kantor kerap dilakukan secara online, termasuk menjadwalkan rapat. Ruang rapatnya pun beragam, mulai dari formal sampai informal, yang tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan para karyawan.

 

Satu hal lain yang menarik perhatian teman-teman Indonesia Mengajar adalah mengenai GO-ACADEMY, yakni sebuah usaha dari GO-JEK untuk mengatasi gap antara yang diajarkan di sekolah dengan apa yang realitanya terjadi dalam industri, terutama dalam bidang teknologi digital yang terus berkembang secara dinamis. Melalui GO-ACADEMY, GO-JEK berusaha menjembatani celah tadi dengan beberapa program seperti GO-SCHOLAR, GO-LEARN, GO-TALK GO-SQUAD dan GO-VISIT. GO-SCHOLAR sendiri adalah sebuah program beasiswa yang bertujuan untuk membantu menghasilkan programmer-programer handal yang sesuai dengan kebutuhan industri. Di bawah program ini, tiga bulan pertama adalah pembelajaran ilmu pemprograman lewat kegiatan bootcamp, lalu selanjutnya para peserta akan magang di GO-JEK, dimana mereka akan dimentori langsung oleh senior programer. Salah satu teman di Indonesia Mengajar juga memuji adanya bonding time untuk karyawan-karyawan baru, dimana selama beberapa bulan pertama, mereka disediakan makan siang gratis oleh GO-JEK. Hal ini merupakan upaya bagus untuk mengakrabkan diri antar karyawan, mengingat jumlahnya yang cukup banyak.

 

Company visit ke GO-JEK kali ini, diharapkan dapat dilakukan dalam setiap rangkaian OPP. Dengan kunjungan ini, selain sebagai kesempatan untuk berjejaring, para Pengajar Muda Angkatan XV pun dipercaya telah mendapatkan persiapan dan pengalaman untuk kembali melanjutkan pengabdiannya di sektor masing-masing.


8 Komentar
Tinggalkan komentarmu

Belum punya akun? Daftar sekarang!