19
“Tiada kata berhenti untuk mengabdi dan berkontribusi.“
Begitulah yang menjadi prinsip bagi tiga orang Pengajar Muda: Fauzan T. Andika (PM Majene), Soleh A. Nugraha (PM Majene), dan Intan N Wahyuni (PM Bengkalis), yang telah menyelesaikan tugas mengajarnya selama setahun (November 2010 – November 2011). Sekembalinya mereka dari berbagai pelosok Indonesia, mereka melanjutkan perjuangan meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. Kini, kontribusi ini disampaikan dalam bentuk berbeda: tidak lagi mengajar, mereka kini melanjutkan advokasi pendidikan untuk beasiswa Bidik Misi.
Bermula dari pengalaman sebagai Pengajar Muda, saat itu mereka pernah mengadakan sosialisasi beasiswa Bidik Misi kepada siswa-siswa SMA/sederajat di daerah penempatan masing-masing. Adanya kesenjangan kesempatan siswa di daerah, terutama dari golongan ekonomi lemah untuk mengenyam bangku kuliah, menjadi alasan dasar bagi mereka untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Sebenarnya, pemerintah sudah menyediakan beasiswa Bidik Misi agar siswa yang kurang mampu dapat melanjutkan pendidikannya di tingkat yang lebih tinggi. Tidak hanya biaya pendidikan, Bidik Misi juga mem-back up biaya hidup siswa selama kuliah. Namun, keterbatasan akses dan informasi di daerah, menjadikan kuliah masih seperti impian yang susah diraih.
“Penyebab utama mereka (siswa SMA kurang mampu dan siswa di daerah-red) gagal kuliah bukan karena tidak ada beasiswa, tetapi mereka tidak tahu kalau beasiswanya ada. Informasinya (beasiswa) tidak sampai. Bayangkan, betapa banyaknya adik-adik kita yang berpontesi akademis baik tetapi gagal jadi sarjana karena tidak bisa mengakses beasiswa yang sejatinya diperuntukkan bagi mereka,” terang Soleh.
Dengan semangat ingin membantu para siswa SMA daerah untuk bisa mengakses beasiswa Bidik Misi tersebut, tiga orang Pengajar Muda tersebut menginisiasikan Program Fasilitasi Beasiswa Bidik Misi. Dengan didukung oleh Edutech, sebuah konsultan pendidikan yang berpengalaman membantu advokasi siswa-siswa SMA di Jawa Barat agar mendapatkan beasiswa Bidik Misi; Fauzan, Soleh, dan Intan menjalankan inisiatif ini. Program Fasilitasi Beasiswa Bidik Misi akan membantu sosialisasi Bidik Misi ke SMA/sederajat di berbagai daerah, mendampingi siswa-siswanya dalam proses pengajuan aplikasi beasiswa, serta memberikan bimbingan belajar untuk para siswa tersebut.
“Alasan kedua adik-adik kita ini gagal kuliah adalah karena tidak lolos dalam seleksi masuk PTN, yang belum tentu karena ketidakmampuan siswa, tetapi juga karena siswa tidak siap dalam menghadapi tes. Untuk teman-teman yang mampu, mereka bisa ikut les di bimbingan belajar. Bagaimana untuk siswa yang tidak mampu?”, jelas Fauzan.
Agar lebih banyak siswa kurang mampu yang merasakan efek positif Program Fasilitasi Beasiswa Bidik Misi, penggagas program mengundang mahasiswa untuk ikut andil secara aktif dalam program ini.
“Kami pernah jadi mahasiswa. Kami tahu betapa besar arti beasiswa bagi kelangsungan kuliah kami. Oleh karena itu, kami mengundang teman-teman mahasiswa untuk ikut berperan aktif dalam gerakan ini, membantu adik-adik kita menyiapkan masa depannya lewat bangku kuliah. Kami mengajak teman-teman mahasiswa untuk menjadi fasilitator program,” tambah Intan.
Anies Baswedan, penggagas dan ketua Gerakan Indonesia Mengajar, mendukung apa yang dilakukan oleh Intan, Fauzan, dan Soleh, “Semangat mereka untuk mencerdaskan kehidupan bangsa tidak hanya mereka lakukan selama menjadi pengajar muda saja. Kini, mereka melanjutkan usaha pencapaian cita-cita bangsa ini, dengan mengajak pihak yang lebih luas; konsultan pendidikan serta para mahasiswa, untuk turut aktif berpartisipasi dalam pendidikan.”
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Fasilitasi Beasiswa Bidik Misi ini, silakan kunjungi website Edutech: www.edutech.co.id
Lihat juga situs resmi BidikMisi: bidikmisi.dikti.go.id


5 Komentar
rifki yunanda
masih ada pembukaan gelombang 2012 ini saya mau ikut pak
mohon tolong beritahu saya
insyaalah juni besok saya sudah wisuda Strata satu
Agung Firmansyah
Iron Salmon
Agung Firmansyah
Agung Firmansyah
Tinggalkan komentarmu