Sep
03
03
Namaku Lumba, kulalui hari-hariku dengan sangat sederhana, sesederhana melihat terbit-tenggelamnya matahari. Di tempat asalku setiap orang melalui hari dengan kesederhanaan. Kami bangun tidur di pagi hari dengan tujuan kembali tidur di malam hari. Semua berjalan dalam sebuah siklus yang sempurna. Tak banyak ragam dan warna dalam hidup kami. Semua menurut pada suratan takdir; Kami lahir, kami tumbuh, kami makan seadanya, kami sekolah seadanya, kami suatu saat akan menikah, kami beranak ...
Des
09
09
Pertanyaan dari bapak guru siang ini di sekolah: “Apa warna laut?”, yang dengan penuh keyakinan aku jawab dengan: “Hijau!”. Sebuah jawaban yang aku sesali kemudian. Seharusnya aku diam saja. Seharusnya aku tak usah bersuara. Akhirnya aku jadi kena pukul lagi.
“Biru! Warna air laut itu biru!” seru Pak Guru sambil memukulkan rotan panjangnya ke kedua telapak tanganku. Aku meringis kesakitan. Diam-diam aku melirik ke luar kelas. Ku lihat hamparan air ...
