Feb
20

Kebaikan tak harus dibalas dengan kebaikan agar kita belajar tentang arti ikhlas

Begitupun keburukan bisa jadi dibalas dengan kabaikan agar kita belajar arti syukur dan refleksi diri.

Bagiku kebaikan tak harus selalu dibalas dengan kebaikan, karena aku takut akan ada rasa pamrih yang menghampiri.

Tapi aku selalu percaya setiap kebaikan meski itu kecil akan dibalas oleh Tuhan. Biarlah Dia yang tau kapan waktunya tiba, bisa jadi sekarang, lusa atau mungkin nanti di akhirat.

Karena di Dunia tugas umat hanya berbuat kebaikan tanpa tapi.

 

Satu bulan sudah ku resmi menjadi Keluarga Alumni Pengajar Muda. Senang campur sedih rasanya. Senang karena berhasil menyelesaikan misi komplit selama 12 purnama, namun sedih karena meninggalkan orang-orang baik disana.  

Jadi PM masih menjadi hal gila yang pernah ku lakukan seumur hidupku. Belajar langsung di tengah keterbatasan dan mengenali Indonesia lebih dekat.

 

Setiap ada harapan disana selalu bersanding dengan Kenyataan. Dimana hal itu bisa sama, lebih tinggi atau bahkan lebih rendah.

Ketika dahulu harapanku adalah bertemu dengan anak-anak yang lucu, masyarakat yang hangat dan menerima.

Nyatanya aku tersadar semua itu butuh proses bahkan menjadi anak yang baik itu juga butuh proses yang panjang dan menerima sosok asing juga adalah hal baru yang harus dijalani.

Aku sangat bersyukur bisa merasakan sebuah proses yang panjang ini. Merasakan kebaikan kebaikan di akhir, merasakan kehangatan yang mungkin menjadi priceless moment yang ku rasakan.

Bukan karena kultur masyarakat yang memang sudah seperti ini, tapi nyatanya kehadiran orang asing nan polos ini mampu membuat hal itu menjadi lebih baik lagi.

Mampu mengubah sapaan menjadi senyuman tulus, mampu mengubah yang kelihatan nya tak mungkin menjadi mungkin.

 

Terima Kasih Lae Bangun dan setiap sudut yang menemaniku selama 12 Purnama. Terima kasih semua cerita dan pembelajarannya.

Terima kasih sudah mengajarkanku untuk selalu menerima dan ikhlas atas apa yang sudah Dia kehendaki.

Terima Kasih Lae Bangun yang sudah melepaskan dengan hangat. Melepasku dengan haru dari setiap sudutnya. Melepasku bahwa di setiap tangisan ada cerita yang tersimpan, ada makna yang membebekas.

Terima Kasih atas semua kenangan yang kini ku ingat menjadi manis. Karena sejatinya setiap hal pahit dari hidupmu akan menjadi manis jika kamu mengikhlaskannya.

"Bu, Terima Kasih atas ilmu yang sudah Ibu ajarkan"- dari Anak Lae Bangun

 

0 Komentar
Tinggalkan komentarmu

Belum punya akun? Daftar sekarang!